LombokPost – Indonesia adalah salah satu negara yang paling akrab dengan bencana alam, terutama gempa bumi.
Sejarah mencatat dampak mengerikan, mulai dari Gempa dan Tsunami Samudra Hindia 2004 yang menewaskan lebih dari 230.000 jiwa, hingga Gempa Yogyakarta 2006 yang merenggut 6.234 nyawa.
Menghadapi ancaman ini, sebuah harapan baru datang dari dunia akademisi.
Prof. Ir. Sunarno., M.Eng., Ph.D, IPU dari Universitas Gadjah Mada (UGM), bersama timnya, telah mengembangkan sebuah sistem revolusioner yang mampu memprediksi gempa bumi.
Sistem ini memanfaatkan sensor prekursor gempa bumi, didukung oleh kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis data.
Menurut Prof. Sunarno, sistem ini telah menunjukkan performa yang sangat menjanjikan. Dengan dukungan server yang andal dan algoritma prediksi berbasis AI, sistem ini mampu melakukan beberapa hal.
Prediksi Waktu: Menunjukkan tingkat akurasi waktu prediksi hingga lebih dari 75%, dengan rentang waktu 1-4 hari sebelum kejadian.
Tingkat Akurasi Magnitudo: Kesalahan (error) prediksi magnitudo hanya sebesar 0,3 M.
Cakupan Prediksi Lokasi: Mampu memprediksi lokasi gempa dalam klaster 300 km.
Baca Juga: Gempa Dangkal Guncang Karawang, BMKG Mendata Dipicu Sesar Aktif West Java Back Arc Thrust
“Kita tidak bisa menghentikan bencana alam, tetapi kita bisa mempersenjatai diri dengan pengetahuan dan rencana,” ujar Prof. Sunarno.
Solusi Universal untuk Mitigasi Global
Yang membuat sistem ini istimewa adalah fleksibilitasnya. Prof. Sunarno menjelaskan bahwa teknologi ini dapat diterapkan di berbagai wilayah dengan lempeng tektonik berbeda, menjadikannya solusi universal untuk mitigasi risiko bencana gempa bumi.
Namun, untuk mewujudkan potensi penuhnya, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting. Pengembangan lebih lanjut, termasuk peningkatan resolusi prediksi lokasi, memerlukan dukungan investasi dan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan industri teknologi.
Dengan adanya inovasi dari UGM ini, diharapkan Indonesia dapat lebih siap menghadapi ancaman gempa bumi, menyelamatkan ribuan jiwa, dan meminimalkan kerugian material secara signifikan.
Editor : Pujo Nugroho