Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gempa Filipina Tewaskan 15 Orang

R
Penulis: Redaksi❯
RUSAK PARAH: Restoran cepat saji Jollibee runtuh setelah gempa bumi berkekuatan magnitude 7,8 di Kota General Santos, Filipina, Senin (8/6). (EDWIN ESPEJO/AFP)
RUSAK PARAH: Restoran cepat saji Jollibee runtuh setelah gempa bumi berkekuatan magnitude 7,8 di Kota General Santos, Filipina, Senin (8/6). (EDWIN ESPEJO/AFP)

Advertisement

LombokPost - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang lepas pantai Pulau Mindanao, Filipina, Senin pagi (8/6).

Ada 15 orang meninggal dunia. Bencana tersebut juga melumpuhkan aktivitas pendidikan dan layanan kesehatan di sejumlah wilayah terdampak.

Dilansir Al Jazeera, sejumlah bangunan dilaporkan rusak hingga runtuh. Salah satunya gedung tiga lantai yang menampung restoran cepat saji Jollibee. Kerusakan juga terjadi di St Elizabeth Hospital hingga pasien dan tenaga medis harus dievakuasi.

Akibat besarnya dampak gempa, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mengaktifkan seluruh lembaga penanggulangan bencana nasional. Pemerintah juga memutuskan menutup sekolah-sekolah di daerah terdampak.

Menurut Philippine News Agency, keputusan itu berdampak pada sekitar 3,2 juta siswa serta 128 ribu guru dan tenaga kependidikan yang seharusnya memulai tahun ajaran baru pada Senin. “Keselamatan anak-anak kita adalah yang utama,” kata Marcos.

Advertisement

Marcos juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi seluruh peringatan pemerintah. “Mohon patuhi peringatan tsunami. Segera menuju tempat yang lebih tinggi. Jangan menunggu. Nyawa Anda lebih penting daripada apa pun yang ditinggalkan,” tuturnya.

Pasien Rumah Sakit Dievakuasi

Gempa ini juga dirasakan hingga Indonesia, terutama di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Kesigapan tenaga kesehatan (nakes) hingga staf administrasi Rumah Sakit Daerah (RSD) Liun Kendage Tahuna berhasil menghindarkan semua pasien dari kemungkinan terburuk. Begitu guncangan gempa terasa sekitar pukul 07.30 Wita, seluruh pasien yang tengah dirawat dibawa menuju area yang lebih aman di luar gedung.

“Saat itu ada pasien yang dirawat di lantai 4, lantai 3, dan lantai 2. Sementara pasien rawat jalan juga mulai berdatangan untuk melakukan pendaftaran karena waktu sudah lewat pukul 07.30 Wita,” ujar Direktur RSD Liun Kendage Tahuna Polideng Dalawir.

Proses evakuasi dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi pasien. Pasien yang masih mampu berjalan dievakuasi lebih dahulu, disusul pengguna kursi roda, kemudian pasien yang menggunakan tempat tidur, dan terakhir pasien yang masih membutuhkan bantuan oksigen.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rumah, Sekolah, dan Gereja Rusak, Picu Tsunami Kecil Pasca Gempa Filipina M7,8

Rumah, Sekolah, dan Gereja Rusak, Picu Tsunami Kecil Pasca Gempa Filipina M7,8

Dampak Gempa Filipina di Sulut-Malut. Kemenlu Telusuri Kondisi WNI di Mindanao Selatan. BNPB data rumah rusak, warga terdampak, terisolasi.

Gempa Dahsyat 7,8 Magnitudo Guncang Filipina, Tsunami Terdeteksi di Indonesia, Ini Wilayah yang Terdampak

Gempa Dahsyat 7,8 Magnitudo Guncang Filipina, Tsunami Terdeteksi di Indonesia, Ini Wilayah yang Terdampak

Gempa kuat berkekuatan 7,8 magnitudo mengguncang Filipina dan memicu peringatan tsunami di Indonesia. Gelombang tsunami terdeteksi di Sulawe

Gempa M 7,7 Guncang Sangihe, BMKG Nyatakan Peringatan Dini Tsunami Resmi Berakhir!

Gempa M 7,7 Guncang Sangihe, BMKG Nyatakan Peringatan Dini Tsunami Resmi Berakhir!

Gempa M 7,7 di Mindanao sempat picu deteksi tsunami hingga 0,75 meter di Sulut. BMKG nyatakan peringatan dini kini telah berakhir.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer