Dengan gagah berani, ibu kerudung pink ini berdiri paling depan dan di tangannya, selembar bendera Merah Putih berkibar.
Tatapan matanya lurus ke depan, tak sedikit pun menunjukkan rasa gentar saat berhadapan dengan barisan polisi yang menjaga ketat.
Fotonya menyebar luas di media sosial, menjadi simbol keberanian dan semangat perjuangan. Pujian membanjiri kolom komentar, menjadikannya pahlawan di mata banyak netizen.
Namun, di balik keberanian yang terlihat di kamera, ada cerita lain yang mengharukan.
Sebuah kisah tentang kekhawatiran seorang anak dan kasih sayang seorang ibu.
Saat seluruh negeri mengagumi keberaniannya, seorang pemuda bernama Hadri, yang tak lain adalah putranya, merasakan gelisah.
Sang ibu tak kunjung pulang ke rumah setelah demonstrasi usai.
Kekhawatiran itu mendorongnya untuk mencari informasi di media sosial.
Melalui akun X pribadinya, Hadri mengunggah tangkapan layar foto ibunya dan memohon bantuan.
"Malam admin, izin informasinya ibu saya jilbab pink, ibu saya belum pulang," tulisnya, penuh harap.
Permintaan tolong ini segera mendapat respons hangat dari banyak netizen yang ikut membantu menyebarkan informasinya.
Setelah beberapa saat yang terasa seperti selamanya, kabar baik pun datang. Hadri mengabarkan bahwa ibunya telah kembali ke rumah dengan selamat.
Kabar ini disampaikannya melalui sebuah video singkat yang memperlihatkan sang ibu tersenyum lega.
Dalam video itu, terlihat ibunya sedang menyimpan jas hujan berwarna hijau, yang mungkin menjadi saksi bisu perjuangannya di bawah guyuran hujan.
"Alhamdulillah... terima kasih kawan-kawan, terima kasih doanya, terima kasih RT dan apapun bantuan yang kawan-kawan berikan... Alhamdulillah.. ibu saya sudah kembali dengan selamat dan sehat... Alhamdulillah....," tulis Hadri.
Saat ditanya oleh sang anak tentang keberadaannya sebelum pulang, sang ibu menjawab dengan santai, "Ra ndi ndi" yang dalam bahasa Jawa artinya "tidak ke mana-mana”.
Editor : Siti Aeny Maryam