Presiden Prabowo Keluarkan Pernyataan Tegas, Hormati Aspirasi dan Tindak Anarkisme
Nurul Hidayati• Minggu, 31 Agustus 2025 | 16:53 WIB
Barcode Lombok Post
LombokPost — Presiden RI Prabowo Subianto hari ini, didampingi oleh jajaran elite politik dan pimpinan lembaga negara, mengeluarkan pernyataan resmi yang sangat dinantikan publik.
Dalam responsnya terhadap gejolak sosial dan demonstrasi yang terjadi di berbagai kota, Presiden menegaskan dua poin krusial yaitu menghormati kebebasan berpendapat dan menindak tegas aksi anarkis.
Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan tingkat tinggi yang melibatkan Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani, Surya Paloh, dan para ketua umum partai lainnya.
Presiden Prabowo Subianto secara langsung memerintahkan TNI dan Polri untuk bertindak setegas-tegasnya terhadap segala bentuk pengerusakan fasilitas umum dan penjarahan.
Ia menekankan bahwa fasilitas publik adalah aset yang dibangun dari uang rakyat dan wajib dilindungi.
"Aparat yang bertugas harus melindungi masyarakat, menjaga fasilitas-fasilitas umum yang dibangun dari uang rakyat. Aparat yang bertugas juga harus menegakkan hukum apabila ada pelanggaran-pelanggaran yang mengancam kehidupan masyarakat luas," tegas Presiden.
Perintah ini menunjukkan prioritas pemerintah untuk mengembalikan ketertiban dan memastikan keamanan bagi semua warga negara.
Selain memberikan arahan untuk penindakan, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan kekhawatiran serius terkait adanya indikasi pihak-pihak yang memanfaatkan situasi.
Menurutnya, meskipun aspirasi murni harus dihormati, ada gejala "tindakan-tindakan di luar hukum, bahkan melawan hukum, bahkan ada yang mengarah kepada makar dan terorisme."
Pernyataan ini mengisyaratkan pemerintah melihat lebih dari sekadar protes damai.
Adanya dugaan intervensi dari kelompok yang tidak menginginkan stabilitas nasional menjadi alasan utama mengapa tindakan tegas harus diambil.
Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan langkah-langkah konkret yang telah diambil oleh para pimpinan partai politik dan DPR RI.
Sebagai respons atas kritik publik, empat anggota DPR RI telah dicopot dari keanggotaannya karena pernyataan yang dinilai keliru.
Selain itu, pimpinan DPR RI berkomitmen untuk mencabut beberapa kebijakan kontroversial, termasuk besaran tunjangan anggota DPR RI dan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri.
Langkah-langkah ini, menurut Presiden, merupakan bukti bahwa pemerintah dan lembaga legislatif mendengarkan aspirasi rakyat.
Ia berharap, tindakan cepat ini dapat meredam kemarahan publik dan membangun kembali kepercayaan.
Di akhir pernyataannya, Presiden Prabowo Subianto menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan nasional
Ia meminta warga untuk menyuarakan aspirasi dengan damai dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengadu domba.
Presiden Prabowo Keluarkan Pernyataan Tegas, Hormati Aspirasi dan Tindak Anarkisme
"Mari kita jaga persatuan nasional. Indonesia di ambang kebangkitan. Jangan sampai kita terus diadu domba. Suarakan aspirasi dengan baik dan damai tanpa merusak," pungkasnya, menutup konferensi pers yang menandai babak baru dalam penanganan keresahan publik di Indonesia.