LombokPost – Kampanye kesiapsiagaan bencana yang digagas di Bandung Raya menyajikan perspektif baru tentang Sesar Lembang.
Dikutip dari lama kabaralam, patahan aktif yang membentang dari Padalarang hingga Gunung Manglayang ini diperkenalkan bukan sebagai ancaman semata, melainkan sebagai warisan geologis yang membentuk lanskap dan karakter kota.
Ribuan tahun lalu, pergerakan geologi di wilayah ini menciptakan lembah, bukit, dan panorama menawan yang kini menjadi identitas Bandung.
Keindahan Sesar Lembang, dengan tebing-tebing curam dan jalur trekking-nya, juga menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat sekitar.
Namun, dibalik pesonanya, Sesar Lembang adalah patahan aktif yang memiliki potensi gempa kuat.
Para ahli memperkirakan gempa yang dipicu oleh patahan ini bisa mencapai kekuatan 6-7 Magnitudo.
Baca Juga: Ancaman Tersembunyi di Bawah Ibu Kota, Sesar Baribis dan Urgensi Mitigasi Bencana di Jawa
Secara historis, Sesar Lembang terbentuk dari proses geologi yang panjang.
Ribuan tahun lalu, kawasan Bandung purba merupakan sebuah danau besar yang terbentuk dari letusan dahsyat Gunung Sunda.
Setelah letusan, sisa-sisa gunung tersebut membentuk Sesar Lembang.
Pergerakan sisi patahan ini menciptakan tekanan besar yang secara perlahan mengubah topografi wilayah Bandung, membentuk lembah, bukit, dan tebing-tebing curam yang kini menjadi ciri khas alam Bandung Raya.
Oleh karena itu, kampanye ini menyerukan agar warga Bandung Raya bertransformasi menjadi masyarakat tangguh.
Kesiapsiagaan meliputi pembangunan rumah tahan gempa, tata kota yang aman, dan kesadaran kolektif bahwa mencintai alam berarti juga menjaga diri dari risiko yang menyertainya.
Editor : Pujo Nugroho