LombokPost - Fenomena gerhana bulan total yang dinanti-nantikan oleh warga Indonesia malam ini, 7 September 2025, diiringi oleh serangkaian gempa bumi yang mengguncang wilayah timur Indonesia.
Kurang dari 10 menit setelah gempa M 5,2 mengguncang Tanimbar, gempa susulan juga terjadi di Sulawesi Utara.
Menurut laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa kedua ini memiliki kekuatan Magnitudo 4,3 dan terjadi pada pukul 22.36.26 WIB.
Baca Juga: Gempa M 5,2 Guncang Tanimbar Jelang Gerhana Bulan Total
Pusat gempa berlokasi di 52 km Tenggara Melonguane, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 19 km.
Berbeda dengan gempa sebelumnya, BMKG memberikan peringatan bahwa data ini masih dalam proses pengolahan dan dapat berubah.
Sebelumnya, gempa pertama dengan Magnitudo 5,2 telah mengguncang Tanimbar, Maluku pada pukul 22.29.14 WIB.
Pusat gempa Tanimbar ini berada di 192 km Barat Laut Tanimbar dengan kedalaman 88 km dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan signifikan dari kedua peristiwa gempa tersebut.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, serta terus memantau informasi dari BMKG.
Gerhana Bulan Total Tetap Terjadi Sesuai Jadwal
Meskipun terjadi serangkaian gempa, fenomena gerhana bulan total diperkirakan tetap akan berlangsung sesuai jadwal.
Fenomena ini terjadi saat posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar, membuat Bulan masuk ke bayangan inti (umbra) Bumi.
Warga Nusa Tenggara Barat (NTB) bisa menyaksikan puncak gerhana pada pukul 02.11 WITA.
Editor : Pujo Nugroho