LombokPost - Pemerintah melanjutkan persiapan untuk pengembangan ekosistem Koperasi Desa/Kelurahaan Merah Putih (KDMP).
Salah satu jaminan yang diberikan adalah wacana pembatasan ritel modern di wilayah pedesaan. Sehingga, kinerja KMDP diproyeksikan menjadi pusat ritel.
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan ekosistem KDMP tahun ini.
Kementerian BUMN dan pihak terkait mulai dengan sosialisasi mengenai proposal bisnis untuk koperasi-koperasi desa mandiri.
“Di Sidoarjo ini, kami mendatangkan 70 perwakilan koperasi. Namun, target kami ada 16 ribu Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia untuk dibiayai lalu dijalankan tahun ini,” jelasnya saat sosialisasi pembiayaan dan pembuatan proposal bisnis di Sidoarjo Selasa (9/9).
Dia mengatakan, langkah ini bakal menjadi transformasi peran koperasi di Indonesia. Kartika menekankan bahwa operasional KMDP akan didukung dengan mekanisme digital.
Sehingga, ada transparansi dalam operasional lembaga tersebut.
Pihaknya sudah mengerahkan seluruh BUMN di bidang ritel agar layanan yang diberikan oleh koperasi nantinya terstandarisasi.
Mulai dari pembiayaan untuk membangun toko, suplai bahan baku harian hingga produk pupuk yang biasanya dibutuhkan warga desa.
“Kami juga sudah bicara dengan Presiden agar nantinya ada keberpihakan kepada koperasi. Jadi kalau sudah ada koperasi, ritel modern akan dibatasi di wilayah itu. Sehingga, pasar di wilayah itu bisa maksimal untuk koperasi,'” paparnya.
Pembiayaan Tidak Sama. Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama BRI Agus Noorsanto menjelaskan bahwa dukungan dari Himbara sangat maksimal untuk bisa mendukung lahirnya KDMP. “Namun, bukan berarti semua akan mendapatkan pembiayaan yang sama,” ujarnya.
Memang, lanjut dia, aturan dari pemerintah mengatakan bahwa setiap koperasi akan mendapatkan kredit investasi senilai Rp 3 miliar dan kredit modal kerja sebesar Rp 2 miliar. Namun, hal tersebut sebenarnya plafon maksimal.
“Kalau misalnya sudah punya balai desa dan hanya perlu renovasi, saya rasa pinjamannya tak sampai segitu,” katanya. (bil/dio/JPG/r3)
Editor : Pujo Nugroho