Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Soroti Kasus Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kirim Surat Terbuka ke Badan Gizi Nasional

Nurul Hidayati • Sabtu, 27 September 2025 | 15:09 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus keracunan makanan yang terjadi dalam kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah di berbagai daerah.

Kasus keracunan yang berulang ini menimbulkan risiko serius terhadap keselamatan anak, bahkan juga berdampak pada kelompok rentan lain seperti balita dan ibu hamil.

Program MBG, yang sejatinya bertujuan mulia untuk meningkatkan status gizi dan kesehatan anak Indonesia, justru tercoreng oleh insiden keracunan yang berulang.

Menanggapi situasi ini, IDAI secara resmi melayangkan Surat Terbuka untuk Badan Gizi Nasional.

Isi Surat Terbuka IDAI

Dalam surat terbuka tersebut, IDAI menegaskan kesiapan untuk bekerja sama dengan pemerintah, sekolah, dan masyarakat guna memastikan program MBG benar-benar memberikan manfaat kesehatan, gizi, dan masa depan yang lebih baik bagi anak Indonesia, sambil menyerukan "STOP KERACUNAN PADA MBG!"

IDAI menekankan lima poin utama yang harus menjadi perhatian dan tindakan segera.

Keselamatan Anak dan Kelompok Rentan: Anak, balita, dan ibu hamil adalah kelompok rentan yang harus dilindungi dari risiko keracunan makanan. Keselamatan mereka harus menjadi prioritas utama.

Keamanan Pangan: Semua prosedur mulai dari penyediaan, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan harus sesuai dengan standar keamanan pangan untuk mencegah kontaminasi.

Kualitas dan Keseimbangan Menu: Menu MBG wajib bergizi seimbang dan disusun oleh ahli gizi anak dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi spesifik anak.

Pengawasan: Pengawasan harus diperketat. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beserta seluruh kelengkapannya harus tersertifikasi, dimonitor, dan dievaluasi secara berkala oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Mitigasi dan Layanan Aduan: Perlu disiapkan prosedur mitigasi yang melibatkan pemerintah, sekolah, dokter spesialis anak, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk kasus keracunan.

Pemberdayaan layanan aduan masyarakat juga sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah yang mungkin timbul.

Melalui surat ini, IDAI berharap Badan Gizi Nasional dapat mengambil langkah-langkah konkret dan komprehensif untuk menjamin keamanan, kualitas, dan pengawasan program Makan Bergizi Gratis.

Maraknya Keracunan Makan Bergizi Gratis, IDAI Kirim Surat Terbuka ke BGN
Maraknya Keracunan Makan Bergizi Gratis, IDAI Kirim Surat Terbuka ke BGN

Sehingga tujuan awal program untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak Indonesia dapat tercapai tanpa menimbulkan risiko yang merugikan.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Makan Bergizi Gratis #Mbg #keracunan #Anak #IDAI