Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Januari-Agustus 2025, Neraca Perdagangan Indonesia dengan AS Surplus USD 14,09 Miliar

Redaksi Lombok Post • Kamis, 2 Oktober 2025 | 04:00 WIB

EKSPOR: Kontainer-kontainer dimuat ke kapal di Terminal Kontainer Internasional Surabaya, Senin (7/7). Pemerintah Indonesia akan mengoptimalkan negosiasi dengan AS untuk menekan tarif resiprokal.
EKSPOR: Kontainer-kontainer dimuat ke kapal di Terminal Kontainer Internasional Surabaya, Senin (7/7). Pemerintah Indonesia akan mengoptimalkan negosiasi dengan AS untuk menekan tarif resiprokal.
LombokPost -- Neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) pada periode Januari hingga Agustus 2025 tercatat surplus sebesar USD 14,09 miliar. Total ekspor Indonesia ke AS mencapai USD 20,6 miliar, sementara impor dari AS tercatat sebesar USD 6,51 miliar.

Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) M. Habibullah mengatakan, komoditas nonmigas yang menjadi penyumbang utama surplus dengan AS didominasi oleh tiga sektor.

"Komoditas penyumbang surplus nonmigas pada Januari-Agustus 2025 untuk negara AS didorong oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85), pakaian dan aksesorisnya (HS 61), dan alas kaki (HS 64)," kata Habibullah di Jakarta, Rabu (1/10).

Secara rinci, ekspor mesin dan perlengkapan elektrik menyumbang surplus USD 3,07 miliar. Selanjutnya, pakaian dan aksesoris berkontribusi USD 1,86 miliar, dan alas kaki USD 1,82 miliar.

Kenaikan ekspor ketiga komoditas ini tetap positif, meskipun AS telah menerapkan tarif bea masuk sebesar 19 persen untuk produk asal Indonesia sejak Agustus lalu.

Kinerja Ekspor Indonesia secara Keseluruhan

Secara keseluruhan, nilai ekspor Indonesia periode Januari–Agustus 2025 mencapai USD 185,13 miliar, mengalami kenaikan 7,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Year-on-Year/YoY).

Ekspor segmen nonmigas tercatat sebesar USD 176,09 miliar (naik 9,15 persen YoY). Sementara itu, ekspor nonmigas ke beberapa negara tujuan utama mengalami peningkatan signifikan.

Peningkatan ekspor tertinggi dicatatkan ke Amerika Serikat sebesar USD 3,5 miliar (20,34%), diikuti Tiongkok USD 3,23 miliar (8,68%), dan Singapura USD 1,5 miliar (31,99%).

Di sisi lain, beberapa negara tujuan utama yang mengalami penurunan nilai ekspor adalah Jepang sebesar USD 2,6 miliar (turun 20,22%), India USD 1,35 miliar (turun 9,72%), dan Australia USD 652,2 juta (turun 20,76%).

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#BPS #surplus #neraca perdagangan #ekspor