Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Waspada Bencana Hidrometeorologi Membuat Bogor Diterpa Angin Kencang, Banjir Terjadi di Sejumlah Wilayah

Nurul Hidayati • Senin, 6 Oktober 2025 | 12:33 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost – Musim penghujan mulai menunjukkan taringnya di berbagai wilayah Indonesia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis rangkuman kejadian bencana pada periode Sabtu (4/10) hingga Minggu (5/10) pagi, di mana insiden yang dipicu oleh fenomena hidrometeorologi mendominasi laporan di seluruh Nusantara.

Kewaspadaan tinggi harus diterapkan, mengingat intensitas hujan lebat dan angin kencang telah menyebabkan kerusakan signifikan di beberapa daerah, mulai dari Jawa Barat, Kalimantan Timur, hingga Sumatra Selatan.

Angin Kencang Landa Bogor, Belasan Rumah Rusak

Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak oleh cuaca ekstrem. Pada Sabtu (4/10) sekitar pukul 16.30 WIB, hujan lebat disertai angin kencang melanda dua kecamatan.

Di Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, tercatat 12 rumah warga rusak (1 rusak sedang dan 11 rusak ringan), yang berdampak pada 13 Kepala Keluarga (KK) atau 54 jiwa.

Beruntungnya, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, dan warga setempat dengan sigap langsung melakukan gotong royong untuk memperbaiki rumah yang rusak sebagian.

Tak jauh berbeda, di Desa Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng, angin kencang pada waktu yang sama juga merusak 9 rumah warga dengan tingkat kerusakan ringan, memengaruhi 9 KK (40 jiwa).

Selain kerusakan rumah, BPBD setempat juga harus berjibaku membersihkan pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan dan menyebabkan sebagian jaringan listrik padam.

Banjir Surut di Kaltim dan Sumsel, Menyisakan Genangan

Laporan bencana juga datang dari luar Jawa. Banjir melanda sejumlah desa di Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, pada Sabtu (4/10) pagi, memengaruhi 119 KK. Genangan di Desa Kasungai, Batu Kajang, dan Legai dilaporkan telah surut pada siang hari.

Sementara itu, di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, banjir besar yang terjadi sejak Kamis (2/10) mulai surut. Bencana ini sempat melanda 3 desa dan 7 kelurahan di 11 kecamatan, memengaruhi 403 KK (1.492 jiwa) dan merusak 343 rumah dengan ketinggian air mencapai 20 hingga 100 cm. Meskipun demikian, pada Sabtu (4/10) masih ada satu unit rumah di Kelurahan Sukaraya yang dilaporkan tergenang.

Lahan 3 Hektar Terbakar di Sulawesi Selatan

Di tengah dominasi bencana hidrometeorologi, laporan lain juga mencatat terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (3/10) malam ini berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan pada Sabtu (4/10) setelah melahap lahan seluas 3 hektar di Kelurahan Tellumpanua, Kecamatan Suppa.

Waspada Bencana Hidrometeorologi Membuat Bogor Diterpa Angin Kencang, Banjir Terjadi di Sejumlah Wilayah
Waspada Bencana Hidrometeorologi Membuat Bogor Diterpa Angin Kencang, Banjir Terjadi di Sejumlah Wilayah

Imbauan Kesiapsiagaan Ditingkatkan

Melihat tren bencana yang terjadi, BNPB kembali mengimbau kepada pemerintah daerah dan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap ancaman hidrometeorologi seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor.

Masyarakat didorong untuk proaktif, misalnya dengan membersihkan saluran air dan memangkas ranting pohon di sekitar tempat tinggal secara bergotong royong. Sementara itu, pemerintah daerah diminta untuk melakukan pengecekan struktur bendungan dan memantau peringatan dini cuaca.

Selain ancaman cuaca, kewaspadaan terhadap ancaman geologi, seperti gempa bumi dan letusan gunung api, juga harus terus dipertahankan.

Editor : Siti Aeny Maryam
#warga #BNPB #angin kencang #BPBD #Banjir