Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Evakuasi Al-Khoziny Tuntas Ada Total Korban Wafat 67 Orang, Bangunan Ponpes di Sembilan Provinsi Akan Dievaluasi

Lombok Post Online • Rabu, 8 Oktober 2025 | 16:15 WIB
Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Basarnas menutup proses evakuasi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo, Jatim, Selasa (7/10).

Keputusan itu diambil setelah material reruntuhan musala  yang ambruk dinyatakan bersih. Dalam rekapitulasi akhir, terdapat 67 korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Kepala Basarnas Marsdya TNI Marsdya Mohammad Syafii menyatakan, data itu mengacu pada hasil evakuasi. Dari 67 yang dievakuasi, 8 di antaranya berupa potongan tubuh.

”Lokasi kejadian saat ini kami pastikan sudah klir,” katanya.

Syafii menyampaikan apresiasi kepada tim penyelamat yang bekerja keras sejak hari pertama. Terlebih, evakuasi berlangsung 24 jam.

”Dengan penutupan ini, tidak berarti kegiatan di lokasi akan berhenti,” ungkapnya.

Kegiatan yang diakhiri adalah proses pencarian dan penyelamatan. Tahapan selanjutnya seperti rehabilitasi bakal dilanjutkan. ”Dari provinsi maupun lembaga terkait tentunya akan supervisi,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia memastikan, bangunan yang sempat terkoneksi dengan reruntuhan sudah mendapat penanganan. Jadi, tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Apalagi pelaksanaannya melibatkan ahli teknik.

Jenderal bintang tiga itu memaparkan, secara keseluruhan terdapat 171 korban. Yang selamat 104 orang.

”Mungkin ada kesan penanganan yang lambat, sebenarnya tidak. Tim SAR gabungan sejak awal bekerja tanpa henti,” paparnya.

Syafii mengungkapkan, sekitar 400 personel dari 65 instansi terlibat dalam proses penyelamatan. Namun, kendala yang dihadapi tidak mudah. Material bangunan yang ambruk saling menumpuk sehingga petugas kesulitan mendapat akses. Penggunaan alat berat tidak bisa langsung diterapkan. Sebab, tim menemukan tanda kehidupan di balik puing runtuhan. ”Evakuasi membutuhkan kehati-hatian. Bahkan ketika alat berat digunakan,” tandasnya.

Identifikasi Korban Terus Berjalan

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur kemarin (6/10) kembali berhasil mengidentifikasi 7 jenazah santri. Dengan demikian,  total terdapat 17 jenazah yang sudah teridentifikasi sejak insiden ambruknya musala pada 29 September lalu.

”Tim DVI Polda Jatim telah berhasil melaksanakan identifikasi terhadap 8 kantong jenazah yang terdiri atas 7 jenazah dan 1 body part,” ungkap Kabiddokkes Polda Jatim Kombespol M. Khusnan Marzuki kemarin.

”Sampai dengan hari ini (Senin, Red) tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi 17 korban dari 59 kantong jenazah yang diterima,” terang Khusnan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut meninjau posko penampungan keluarga korban pada Senin pukul 20.00. Khofifah mengimbau kepada keluarga korban untuk memberikan data tambahan ante mortem selengkap mungkin. Hal itu demi memudahkan petugas forensik dalam proses identifikasi.

Khofifah juga mendoakan para santri yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Dia menuturkan, santri meninggal dalam keadaan  syahid. Sebab, mereka sedang menuntut ilmu serta menjalankan salat berjamaah. ”Kita semua mendoakan yang sudah teridentifikasi dipanggil ke haribaan Allah, mereka bahagia di sisi Allah,” tuturnya.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Audit Struktur Bangunan Ponpes

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan investigasi dan audit struktur bangunan lain pondok pesantren. Hal itu dilakukan agar tragedi di pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, tidak terulang.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB  Mayjen TNI Budi Irawan menuturkan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, BNPB akan mendampingi asesmen semua bangunan di Al-Khoziny. BNPB juga akan melakukan sterilisasi lokasi kejadian dari sisa-sisa temuan jenazah, limbah,  maupun zat-zat berbahaya. Upaya itu dimulai dari disinfeksi dan pembersihan lingkungan agar tidak mencemari sekitar area.

"Proses ini akan dilakukan mulai Rabu oleh Dinas Kesehatan setempat dan Pusat Krisis Kesehatan," ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, tim juga akan meninjau kembali tempat pembuangan puing dengan tujuan mencari obyek potongan tubuh manusia yang bisa jadi terbawa oleh truk pengangkut. Dengan selesainya pembersihan puing yang sejalan dengan berakhirnya operasi SAR, rencana tindak lanjut memasuki fase peralihan menuju pemulihan rehabilitasi dan rekonstruksi. "Setelah transisi ini, kita akan serahkan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur. Namun BNPB akan tetap mendampingi," jelas Budi.

Istigotsah Akbar

Istigosah akbar satu pekan tragedi ambruknya musala Pesantren Al-Khoziny digelar pada Senin (6/10) malam. Doa bersama itu dilaksanakan di momen penutupan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional di Wajo, Sulawesi Selatan. Menag Nasaruddin Umar mendoakan para korban meninggal maupun yang terluka.

Nasaruddin hadir secara virtual. Dia kembali mengajak para peserta untuk mendoakan korban di Pesantren Al-Khoziny.

"Kepada malaikat-malaikat kecil, terimalah di sisi-Mu ya Allah," lanjut Nasaruddin. Dia mengatakan, anak-anak itu berangkat dari rumah meninggalkan orang tuanya dengan niat tulus li i’laa’i kalimaatillaah. Kemudian Allah menjemput mereka dalam suasana husnul khatimah.

EVAKUASI TUNTAS: Seorang perempuan berjalan melewati bagian bangunan yang rusak setelah berakhirnya operasi pencarian di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/10).
EVAKUASI TUNTAS: Seorang perempuan berjalan melewati bagian bangunan yang rusak setelah berakhirnya operasi pencarian di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/10).

"Ya Allah, siapa yang akan Engkau masukkan dalam surga-Mu, jika bukan mereka. Mereka masih anak-anak kecil, mungil, tanpa dosa, meninggal dalam keadaan salat," kata Nasaruddin. (wan/idr/leh/edi/oni/JPG/r3)

Editor : Pujo Nugroho
#Ponpes #pondok pesantren #musala #Sidoarjo #korban #evakuasi