Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemerintah Sudah Siap Gelontorkan BLT Tambahan Rp 30 Triliun untuk 35 Juta KPM, Cair 2 Hari Lagi!

Akbar Sirinawa • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 07:30 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. (FOTO: JAWAPOS.COM)
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto. (FOTO: JAWAPOS.COM)

 

LombokPost-Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) tambahan untuk periode Oktober hingga Desember 2025 dipastikan segera direalisasikan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut penyaluran BLT untuk 35 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan dimulai Senin pekan depan, 20 Oktober.

Airlangga menjelaskan penyaluran BLT tambahan itu dilakukan melalui dua saluran utama, yaitu bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia.

Secara detail, pemerintah menyiapkan penyaluran kepada 18,3 juta KPM melalui bank Himbara, sementara sekitar 17,2 juta KPM akan menerima bantuan lewat layanan PT Pos Indonesia.

“Penyalurannya akan dilakukan segera akan melalui Himbara yang untuk 18,3 juta dan ini akan langsung diberikan mulai minggu depan, dan juga yang 17,2 juta melalui PT Pos dan ini juga siap untuk diberikan mulai hari Senin nanti,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kantor Pos Cikini, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari JawaPos.com, Jumat (17/10).

Sebelumnya pemerintah resmi mengumumkan BLT tambahan Kesejahteraan Sosial (Kesra) untuk tiga bulan, terhitung Oktober sampai Desember 2025.

Anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 30 triliun, yang diambil dari hasil efisiensi dan realokasi anggaran pemerintah.

"(Anggaran BLT tambahan) Rp 30 triliun. Hasil efisiensi, realokasi anggaran," katanya.

Airlangga menyampaikan pula bahwa jumlah penerima BLT tambahan ini lebih besar dibandingkan BLT sebelumnya yang hanya menjangkau 18,3 juta KPM.

Jangkauan program kini lebih luas, disebut mencapai 140 juta orang sebagai basis target.

Penerima BLT tambahan digolongkan pada desil 1 sampai 4 berdasarkan Data Sosial Sensus Ekonomi Nasional (DTSEN). DTSEN menjadi basis data tunggal tentang kondisi sosial ekonomi penduduk untuk menjadikan program pemerintah lebih tepat sasaran, efisien, dan akuntabel.

Airlangga menegaskan bahwa penyaluran BLT tambahan ini terpisah dari BLT reguler yang dijalankan Kementerian Sosial, yakni program yang menyasar 20,88 juta KPM melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako yang disalurkan tiap bulan.

"Tambahan BLT ini juga terpisah dari BLT reguler yang disalurkan melalui Kementerian Sosial kepada 20,88 juta KPM lewat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako setiap bulan," ujarnya.

Dengan mekanisme distribusi ganda melalui Himbara dan PT Pos, pemerintah menargetkan penyaluran berjalan cepat dan dapat menjangkau keluarga di berbagai wilayah.

Pelaksanaan yang dimulai pekan depan diharapkan mampu meringankan beban masyarakat pada kuartal akhir 2025.

Editor : Akbar Sirinawa
#pemerintah #Himbara #BLT Tambahan #pos indonesia