Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

“Kita Kaya Kok!” BLT Rp 30 Triliun dari Efisiensi APBN Siap Mengguyur 35 Juta Keluarga

Alfian Yusni • Minggu, 19 Oktober 2025 | 08:41 WIB
Menurut Purbaya, tambahan anggaran Rp 30 triliun untuk BLT tidak akan membebani keuangan negara. (Foto: instagram)
Menurut Purbaya, tambahan anggaran Rp 30 triliun untuk BLT tidak akan membebani keuangan negara. (Foto: instagram)

LombokPost - Pemerintah resmi mengubah hasil efisiensi anggaran menjadi stimulus untuk rakyat. Totalnya tak tanggung-tanggung, Rp 30 triliun disiapkan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Program ini menargetkan lebih dari 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang akan menerima bantuan selama Oktober hingga Desember 2025.

“Kita kaya kok. Jangan anggap kita miskin. Gini-gini kaya juga. Kalau Rp30 triliun aja bisa lah,” ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, disambut tawa para wartawan di kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Sabtu (19/10).

Menurut Purbaya, tambahan anggaran Rp 30 triliun untuk BLT tidak akan membebani keuangan negara. Justru, kata dia, uang itu akan menjadi bensin baru bagi daya beli masyarakat kecil.

 “Yang penting langsung ke masyarakat. Jadi akan memperkuat daya beli. Kalau diumumin seperti itu, bukan 5,5 persen lagi pertumbuhan ekonomi  hitungan kami 5,67 persen, hampir 5,7 persen,” ucapnya yakin.

BLT Rp30 Triliun dari Efisiensi APBN

 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mewakili Presiden Prabowo Subianto, menjelaskan bahwa dana tambahan itu berasal dari realokasi hasil efisiensi APBN.

“Hasil efisiensi. Realokasi anggaran. Yang kuartal keempat Rp16,2 triliun, ditambah Rp30 triliun,” jelas Airlangga di Kantor Pos Indonesia, Menteng, Jakarta, pekan lalu.

Dengan tambahan itu, jumlah penerima BLT meningkat dua kali lipat,  dari 18 juta menjadi 35.046.783 keluarga. Bila satu keluarga terdiri dari empat orang, program ini akan menjangkau sekitar 140 juta warga Indonesia.

Dua Jalur Penyaluran: Bank Himbara dan Pos Indonesia

Pemerintah membagi dua jalur distribusi untuk memastikan BLT Rp30 triliun ini cepat sampai. Sebanyak 18,3 juta keluarga akan menerima bantuan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mulai pekan depan.

Baca Juga: Wayne Rooney Bocorkan Kelebihan Liverpool atas MU: “Arne Slot Pasti Sudah Siapkan Jurus Kebangkitan di Anfield!”

Sementara 17,2 juta keluarga lainnya akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia mulai Senin, 20 Oktober 2025.

Airlangga menambahkan, penyaluran tahap awal akan dilakukan secara simbolis kepada 50 warga penerima baru yang belum pernah mendapat bantuan sebelumnya.

 “Ini pertama yang masuk di angka 17,2 juta karena yang reguler adalah 18,2 juta,” ujarnya.

 Baca Juga: Pemerintah Sudah Siap Gelontorkan BLT Tambahan Rp 30 Triliun untuk 35 Juta KPM, Cair 2 Hari Lagi!

Kemenkeu menghitung, tambahan BLT Rp30 triliun hasil efisiensi APBN akan menjadi stimulus besar di kuartal IV-2025.

Dampaknya diperkirakan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dari 5,5 persen menjadi 5,7 persen di akhir tahun.

“Yang penting uangnya berputar di bawah. Kalau rakyat punya daya beli, toko hidup, pasar hidup, industri ikut hidup. Itu efek berantai yang positif,” jelas Purbaya.

BLT Rp30 triliun ini bukan bagian dari program reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (Sembako) yang biasa disalurkan oleh Kementerian Sosial untuk 20,88 juta keluarga.

Airlangga memastikan, BLT tambahan ini ditujukan untuk masyarakat dalam desil 1–4 berdasarkan Data Sosial Ekonomi Nasional (DSEN),  kelompok yang paling rentan terhadap tekanan harga dan daya beli. 

“Presiden Prabowo minta bantuan ini segera disalurkan pada Oktober, November, dan Desember 2025. Agar rakyat bisa merasakan langsung hasil efisiensi negara,” kata Airlangga.

Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto tampak menempuh arah baru: hasil efisiensi anggaran tak disimpan, tapi dikembalikan ke masyarakat.

Dengan tambahan BLT Rp30 triliun hasil efisiensi APBN, pemerintah berharap ekonomi tumbuh lebih cepat, konsumsi menguat, dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

 

“Ujungnya tetap satu rakyat harus sejahtera,” tegas Airlangga. (***)

Editor : Alfian Yusni
#BLT #Purbaya Yudhi Sadewa #prabow subianto #Airlagga Hartarto