Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pakubuwono XIII Tutup Usia karena Komplikasi Penyakit, Dimakamkan Besok Pagi di Imogiri

Lombok Post Online • Senin, 3 November 2025 | 12:20 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Kabar duka datang dari Keraton Kasunanan Hadiningrat Surakarta.

Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII meninggal Minggu (2/11) pagi dalam usia 77 tahun.

Kabar meninggalnya raja Keraton Surakarta tersebut pertama kali diketahui dari tokoh masyarakat Solo, Sumartono Hadinoto, yang mengabarkannya melalui pesan WhatsApp di grup PMI bersama awak media sekitar pukul 07.29 WIB.

Informasi itu kemudian dibenarkan R.Ay. Febri Hapsari Dipokusumo, istri dari adik PB XIII, yakni KGPH Dipokusumo.

“Njih, nyuwun doanya,” ujar Febri saat dikonfirmasi wartawan lewat pesan WhatsApp.

Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Eddy S. Wirabhumi, salah satu kerabat dekat Keraton Surakarta Hadiningrat, mengatakan, sinuhun mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Indriati, Solo.

PB XIII, lanjut Eddy, meninggal dunia akibat komplikasi beberapa penyakit, termasuk diabetes, yang diperparah faktor usia.

Selama sekitar seratus hari terakhir, tambah Eddy, almarhum menjalani perawatan intensif karena penyakit yang terus memburuk.

“Beliau sempat membaik dan pulang, bahkan hadir dalam acara adang dal (tradisi menanak nasi yang dilakukan sekali dalam delapan tahun sesuai penanggalan Jawa untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, red) September lalu. Namun, setelah itu kembali sakit dan akhirnya dirawat lagi hingga berpulang,” tuturnya.

Mengenai rencana pemakaman, keluarga besar dan pihak keraton masih melakukan pembahasan internal. Namun, besar kemungkinan jenazah PB XIII akan dimakamkan di Kompleks Makam Raja-Raja Imogiri, Yogyakarta, pada Selasa (4/11), bertepatan dengan Selasa Kliwon, setelah seluruh prosesi adat di Keraton Surakarta rampung.

“Rencananya Selasa Kliwon, sekitar pukul 13.00 atau 14.00 WIB. Sebelum dibawa ke Imogiri, jenazah akan disemayamkan lebih dulu di area belakang pendapa utama,” kata Eddy.

Informasi lain dari adik almarhum, KGPH Suryo Wicaksono atau Gusti Nino, melalui kanal YouTube Pesanggragan Langenharjo, jenazah PB XIII akan dimandikan terlebih dahulu di masjid dalam keraton, yaitu Masjid Pujasumo atau Pujosono sebelum disemayamkan di Pendapa Sasana Sewaka.

“Selama masa penyemayaman, para pelayat dan masyarakat diperbolehkan hadir untuk memberikan doa dan penghormatan terakhir,” kata Gusti Nino.

 

TUTUP USIA: PB XIII (kiri) dan Permaisuri GKR Paku Buwono.
TUTUP USIA: PB XIII (kiri) dan Permaisuri GKR Paku Buwono.

Kiprah Sebagai Raja

Sejak penobatannya, PB XIII aktif dalam pelestarian kebudayaan Jawa.

Ia menjabat sebagai Pangageng Museum Keraton Surakarta dan menerima penghargaan Bintang Sri Kabadya I atas jasanya saat membantu mengatasi kebakaran keraton pada 1985.

Di bawah kepemimpinannya, berbagai upacara adat seperti Labuhan, Garebeg, Sekaten, dan Kirab Malam 1 Sura rutin dilaksanakan.

Ia juga melanjutkan tradisi pemberian gelar kebangsawanan kepada tokoh-tokoh berprestasi yang berjasa bagi kebudayaan Jawa.

Sebagai pelindung budaya, PB XIII juga aktif mendukung kegiatan pelestarian seperti pameran keris, tosan aji, hingga pergelaran wayang kulit.

Pada 2018, ia bahkan menerima penghargaan sebagai penggagas pergelaran wayang kulit dengan kelir terpanjang di dunia. (np/ttg/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#Keraton #penyakit #keluarga #surakarta #rumah sakit