Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kemenag Luncurkan Program Inkubasi Wakaf Produktif, Ubah Wakaf Tradisional Menjadi Berdaya Ekonomi

Nurul Hidayati • Selasa, 4 November 2025 | 16:27 WIB
KEUANGAN SYARIAH: Antrean masyarakat yang mengikuti kegiatan lelang wakaf di kegiatan Lombok Shariah Festival (LSF) 2025 di atrium Lombok Epicentrum Mall, belum lama ini.
KEUANGAN SYARIAH: Antrean masyarakat yang mengikuti kegiatan lelang wakaf di kegiatan Lombok Shariah Festival (LSF) 2025 di atrium Lombok Epicentrum Mall, belum lama ini.

LombokPost – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia secara resmi meluncurkan Program Inkubasi Wakaf Produktif (IWP).

Program ini menandai langkah strategis Kemenag untuk mentransformasi pengelolaan wakaf dari fungsi tradisional menjadi lebih produktif dan berdaya ekonomi.

Program ini dirancang sebagai wahana untuk membentuk sumber daya manusia pengelola wakaf (nazhir) agar memiliki jiwa wirausaha yang kreatif, inovatif, dan visioner, serta mendapatkan akses permodalan, pelatihan, dan pendampingan.

Fokus dan Sebaran Program

Program Inkubasi Wakaf Produktif ini fokus pada sektor-sektor usaha yang memiliki potensi besar dalam pemberdayaan ekonomi umat. Berdasarkan data yang dipaparkan, fokus program meliputi beberapa sektor.

Pertanian, Peternakan, Perikanan, Pengolahan hasil bumi, Sektor usaha mikro, Di sekitar lahan wakaf.

Program ini telah bergulir di 30 kota/kabupaten yang tersebar di 12 provinsi di Indonesia, dengan sebaran sebagai berikut.

Jawa Tengah (8 lokasi), Jawa Barat (5 lokasi), Aceh (3 lokasi), Yogyakarta (3 lokasi), Jawa Timur (2 lokasi), Jakarta (1 lokasi), Bangka Belitung (1 lokasi), Gorontalo (1 lokasi), Maluku (1 lokasi), NTB (1 lokasi), dan Sulawesi Selatan (2 lokasi)

Kemenag mengalokasikan bantuan modal pengembangan usaha sebesar Rp75 juta di masing-masing titik program sebagai dukungan nyata untuk mengoptimalkan aset wakaf.

Pentingnya Kolaborasi

Dalam pelaksanaannya, Program IWP ini menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak.

Termasuk dengan Lembaga keagamaan, Perbankan syariah, Lembaga amil zakat, Pelaku usaha mikro.

Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem wakaf yang kuat dan berkelanjutan. Kota Semarang sendiri menjadi lokasi peluncuran sekaligus ditetapkan sebagai Kota Wakaf, yang diharapkan menjadi inspirasi dan rujukan nasional dalam pengembangan wakaf produktif.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Tujuan Utama Program

Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. Abu Rokhmad, menegaskan tujuan dari program ini.

“Kita ingin agar wakaf memberi dampak nyata bagi masyarakat secara luas, baik dalam aspek ekonomi maupun pendidikan, sehingga anak-anak kita juga bisa sekolah,” ujarnya.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para nazhir, membuka peluang lapangan pekerjaan, dan menjadikan tanah wakaf bernilai ekonomis.

Editor : Pujo Nugroho
#provinsi #Sektor #Kemenag #wakaf #program