Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gusti Purbaya Tegaskan sebagai Penerus Tahta, Penerus PB XIII Akan Diputuskan 40 Hari ke Depan

Lombok Post Online • Kamis, 6 November 2025 | 10:12 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Berpulangnya Sri Susuhanan Paku Buwono (PB) XIII berpotensi memicu konflik perebutan kekuasaan di Keraton Surakarta Hadiningrat kembali terjadi, seperti 2004 silam.

Sebab, Mahamenteri Keraton KGPA Tedjowulan dan KGPAA Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra Ing Mataram atau akrab disapa Gusti Purbaya melontarkan pernyataan berbeda terkait penerus takhta PB XIII.

KGPA Tedjowulan mengatakan, penerus PB XIII akan diputuskan pada 40 hari ke depan. Untuk mengisi kekosongan posisi raja, dia sementara mengendalikan pemerintahan di Keraton Solo hingga ada raja baru.

Namun, pernyataan Tedjowulan itu berseberangan dengan putra mahkota Gusti Purbaya. Dalam atur belasungkawa di depan peti jenazah PB XIII, dia tampil dengan busana kebesaran adat Kasunanan Surakarta.

Gusti Purbaya membacakan kabar duka dengan lantang di depan seluruh kerabat dan abdi dalem serta pelayat, serta menegaskan bahwa dia sebagai penerus Sang Raja. 

Gusti Purbaya telah menyebut dirinya sebagai PB XIV. Penegasan itu disaksikan ratusan orang yang memadati Sasana Sewaka Kompleks Keraton Kasunanan. Penetapan gelar baru sebagai SISKS PB XIV itu hanya boleh disampaikan oleh penerus takhta. Lalu, jenazah diberangkatkan ke Imogiri.

Pernyataan Gusti Purbaya sebagai penerus takhta PB XIII itu mendapat dukungan dari GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, putri tertua PB XIII. Menurut Gusti Timoer, sapaan akrabnya, yang dilakukan Gusti Purbaya adalah perwujudan nyata dari adat keraton yang luhur.

”Sampeyan dalem Sinuhun (PB) XIV menjalankan sabda pelepasan dengan penuh tata krama dan makna. Itulah tanda kesetiaan seorang putra raja kepada ayahandanya dan kepada adat Mataram,” jelasnya.

Penegasan Gusti Purbaya sebagai PB XIV, imbuh Gusti Timoer, merupakan ujian pertama sebagai raja baru. Sebagai seorang putra yang baru saja mengambil sumpah, Gusti Purbaya dinilai menunjukkan keteguhan hati yang luar biasa.

Gusti Timoer melihat adiknya bisa menjalankan adat dengan penuh tanggung jawab, keagungan, serta memastikan bahwa seluruh prosesi suksesi berjalan sesuai paugeran atau aturan. ”Seluruh keluarga besar mendukung sepenuhnya kepemimpinan PB XIV, dan berdoa agar arwah PB XIII diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dengan tenang dan damai,” paparnya.

Lebih lanjut, Gusti Timoer menambahkan, langkah Gusti Purbaya bersumpah di hadapan jenazah PB XIII adalah bentuk penghormatan dan pelestarian adat yang sudah berjalan sejak zaman leluhur.

Hal yang sama pernah terjadi di era raja-raja sebelumnya.

”Sumpah di hadapan jenazah ayahanda adalah simbol kesetiaan, bukan pelanggaran adat. Justru inilah cara kita menjaga kontinuitas kepemimpinan di karaton,” terangnya.

Beda Pendapat

Di lain sisi, KGPA Tedjowulan menjelaskan, suksesi raja belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

”Walaupun sudah ada yang menyebut nama-nama calon penerus, kami belum menetapkan siapa yang akan menjadi Raja Keraton Surakarta berikutnya,” ujarnya usai mengikuti prosesi pemakaman PB XIII di rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung.

Untuk sementara, pihaknya sebagai mahamenteri akan menjalankan tugas ad interim sampai adanya penetapan resmi raja baru.

Hal itu, kata dia, sesuai dengan Surat Keputusan Mendagri 430-2933/2017 tentang Penetapan Status dan Pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

PENGHORMATAN: Ribuan warga dan pasukan prajurit Keraton Surakarta mengawal iring-iringan kereta jenazah Paku Buwono XIII melewati Jalan Slamet Riyadi Solo, Rabu (5/11).
PENGHORMATAN: Ribuan warga dan pasukan prajurit Keraton Surakarta mengawal iring-iringan kereta jenazah Paku Buwono XIII melewati Jalan Slamet Riyadi Solo, Rabu (5/11).

Keputusan tersebut menyebutkan bahwa Kasunanan Surakarta dipimpin oleh PB XIII didampingi Maha Menteri Tedjowulan dalam menjalankan pengelolaan keraton bersama pemerintah pusat maupun daerah.

”Dengan wafatnya PB XIII, otomatis terjadi kekosongan. Maka saya, berdasarkan SK tersebut, menjalankan fungsi sementara agar kegiatan karaton tetap berjalan dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah,” ucapnya.

Tedjowulan menambahkan, dia akan mengumpulkan seluruh anak PB XII dan PB XIII untuk duduk bersama menata kembali arah karaton.

Namun, pertemuan itu tujuannya belum untuk menentukan suksesi.

”Saya perlu waktu, mungkin sekitar 40 hari. Kita diam dulu, mendoakan, sambil menyiapkan koordinasi dengan para putra-putri PB XII dan PB XIII serta pemerintah,” ungkapnya.

Dia sempat menanggapi kabar bahwa keluarga inti telah sepakat menunjuk Gusti Purbaya sebagai penerus takhta.

Menurutnya, semua pihak boleh menyampaikan pandangan, namun dasar utama tetap mengacu pada keputusan pemerintah. (ves/atn/aph/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#Keraton #solo #surakarta #belasungkawa #putra mahkota