Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Redenominasi Rupiah: Sederhana Jadi Rp 1.000 ke Rp 1, Tapi Kenapa Emak-Emak Harus Waspada?

Nurul Hidayati • Selasa, 11 November 2025 | 22:02 WIB
ILUSTRASI: Seorang teller bank tengah menghitung uang.
ILUSTRASI: Seorang teller bank tengah menghitung uang.

LombokPost - Pemerintah berencana menyederhanakan mata uang Rupiah, atau yang dikenal dengan Redenominasi, dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.

Tujuannya adalah untuk efisiensi pencatatan dan meningkatkan persepsi stabilitas ekonomi.

Namun, di balik penyederhanaan digit ini, ada risiko tersembunyi yang berpotensi membebani kebutuhan dapur rumah tangga!

Ancaman Inflasi 'Pembulatan Oportunistik'
Meskipun secara makro redenominasi tidak mengubah daya beli, Direktur Celios (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira, memperingatkan adanya risiko di tingkat ritel.

Risiko ini dikenal sebagai opportunistic rounding (pembulatan oportunistik).
Apa maksudnya?

Ketika harga barang disederhanakan, penjual cenderung akan membulatkan harga ke nominal paling atas demi mempertahankan margin keuntungan.

Contohnya: Harga telur yang semula Rp 9.000, setelah redenominasi seharusnya menjadi Rp 9.

Namun, penjual berpotensi membulatkannya menjadi Rp 10.

Kenaikan harga Rp 1 (setara Rp 1.000) ini, jika terjadi pada banyak barang, dapat memicu inflasi dan menggerus daya beli masyarakat, terutama ibu rumah tangga.

Sisi Positif: Administrasi Lebih Efisien
Di sisi lain, Chief Economist PermataBank, Josua Pardede, menjelaskan dampak utamredenominasi ini adalah pada tingkat administratif.

Pencatatan Lebih Mudah: Seluruh nominal dalam APBN/APBD, neraca perusahaan, hingga sistem akuntansi akan diskalakan tiga digit lebih kecil.
Efisiensi Biaya: Menciptakan efisiensi dalam pencetakan dan pengelolaan uang.

Namun, masyarakat dan pelaku usaha perlu bersiap menghadapi masa transisi yang menuntut penandaan harga ganda dan penyesuaian besar pada sistem pembayaran, mesin kasir, hingga perangkat lunak perbankan.

Kesimpulan untuk Kebutuhan Dapur
Redenominasi adalah langkah besar yang bertujuan baik di tingkat ekonomi makro.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Tetapi, bagi rumah tangga, fokus utama adalah pada risiko pembulatan harga yang bisa membuat barang kebutuhan pokok menjadi sedikit lebih mahal.

Pesan untuk Emak-Emak: Tetap cermat dalam berbelanja dan waspadai setiap perubahan harga, terutama saat masa transisi penerapan redenominasi!

Editor : Siti Aeny Maryam
#redenominasi #Inflasi #Ekonomi #emak-emak #rupiah