Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mantan Presiden SBY Sebut Krisis Iklim Akibat Keserakahan Manusia

Redaksi Lombok Post • Rabu, 12 November 2025 | 00:32 WIB

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyerukan perdamaian di tengah meningkatnya konflik Iran-Israel yang berpotensi menjadi perang besar. (Foto: The Yudhoyono Institute)
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyerukan perdamaian di tengah meningkatnya konflik Iran-Israel yang berpotensi menjadi perang besar. (Foto: The Yudhoyono Institute)
LombokPost -- Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengingatkan bahwa krisis iklim yang terjadi saat ini bukanlah takdir alam, melainkan dampak langsung dari keserakahan manusia dalam mengeksploitasi sumber daya bumi secara berlebihan.

Hal tersebut disampaikan SBY saat memberikan orasi ilmiah dalam acara Dies Natalis ke-65 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, pada Selasa (11/11). Dalam acara tersebut, SBY juga dianugerahi penghargaan 10 Nopember.

"Mari kita hentikan keserakahan. Greed. Kita tidak ingin menjadi greedy nation (negara serakah), yang kita perlukan sebatas yang kita perlukan, need, not greed (butuh, bukan serakah),” ucap SBY dengan lantang.

SBY berharap Indonesia tidak bergerak menjadi bangsa yang serakah, melainkan menjadi bagian dari pihak yang berkolaborasi dalam agenda global Net Zero World by 2060.

“Elaborasi dari kita ikut mencapai kepentingan global adalah ekonomi kita harus leading to Net Zero Indonesia by 2060, sebagai bagian dari Net Zero World by 2060. Kalau tidak, kiamat. Bumi kita tidak sanggup lagi,” lanjutnya.

Tokoh asal Pacitan ini menilai keserakahan dan eksploitasi berlebihan menjadi akar dari krisis iklim global. Ia berharap alam Indonesia hanya digunakan seperlunya saja.

Mantan Menko Polkam tersebut mendorong pemerintah untuk menyusun kebijakan pembangunan yang berkelanjutan, serta menanamkan sikap tidak serakah dalam memanfaatkan alam. Nilai tersebut harus menjadi dasar pembangunan ekonomi Indonesia di masa depan.

“Pendekatan kultural menyangkut values, human behavior, hidup hemat, tidak rakus, tidak serakah agar buminya selamat. Harus masuk dalam elemen pembangunan ekonomi Indonesia ke depan,” jelas SBY.

Editor : Redaksi Lombok Post
#presiden #SBY #Susilo Bambang Yudhoyno