Laporan terbaru mencatat adanya pencairan saldo dalam jumlah besar bagi Kelompok Penerima Manfaat (KPM) tertentu, diikuti dengan masuknya dana BPNT Tahap 4 secara bertahap.
Laporan paling mencolok datang dari KPM PKH yang status penyalurannya beralih dari mekanisme PT Pos Indonesia ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank Himbara, khususnya melalui Bank Mandiri. Pencairan ini seringkali mencakup periode tertunda (backlog) yang panjang.
Sejumlah KPM peralihan melaporkan saldo masuk yang mencakup tiga tahap sekaligus (Tahap 2, Tahap 3, dan Tahap 4). Sebagai contoh di Serang, Banten, beberapa KPM menerima saldo PKH fantastis hingga Rp 4,5 juta.
Nominal jumbo ini terjadi karena bantuan mencakup tiga triwulan dan KPM tersebut memiliki komponen PKH bernilai tinggi. Misalnya, KPM yang memiliki dua anak balita, menerima Rp 750 ribu per tahap per balita dikalikan 3 tahap jadi sebesar Rp 2,25 juta dikalikan 2 balita menjadi Rp 4,5 juta.
Pencairan ini menjadi angin segar bagi KPM peralihan yang telah menanti sekitar delapan bulan sejak proses pembuatan KKS mereka.
Selain PKH, proses penyaluran BPNT Tahap 4 senilai Rp600.000 (untuk alokasi tiga bulan) juga dilaporkan mulai aktif, khususnya bagi pemegang KKS Bank BNI.
Pencairan BPNT Triwulan 4 telah terpantau di beberapa wilayah. Meskipun prosesnya belum merata di seluruh Indonesia, laporan ini menandakan dimulainya proses penyaluran BPNT periode akhir tahun.
Meskipun kabar pencairan sudah ada, masih banyak KPM yang bertanya-tanya mengenai keterlambatan saldo masuk ke rekening mereka.
Kendala utama disinyalir terletak pada belum terbitnya Surat Perintah Membayar (SPM) dan Surat Perintah (SI) dari pusat.
Saat ini, status Bantuan Sembako (BPNT) di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial - Next Generation (SIKS-NG) para pendamping masih dalam tahapan "Berhasil Cek Rekening," dan belum berubah menjadi SPM/SI.
Belum terbitnya SPM dari Kementerian Sosial ke Dinas Sosial kabupaten/kota menjadi alasan utama mengapa proses penyaluran di akhir tahun ini berjalan lebih lambat dan bertahap dibandingkan tahap-tahap sebelumnya. KPM bansos diimbau untuk terus bersabar menanti proses administrasi pusat rampung.
Editor : Kimda Farida