LombokPost - Di tengah tingginya beban penyakit kardiovaskular di Indonesia, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Rumah Sakit Kardiologi Emirat–Indonesia di Solo, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (19/11).
Survei Kesehatan Indonesia 2023 mencatat prevalensi penyakit jantung mencapai 0,84 persen atau sekitar 2,4 juta individu.
Fasilitas yang dibangun melalui hibah Uni Emirat Arab itu disebut Prabowo menjadi simbol persahabatan Indonesia dan UEA. Sekaligus juga menjadi pusat layanan jantung berteknologi tinggi di Jateng.
Prabowo menyebut bahwa pembangunan rumah sakit itu dimulai pada masa pendahulunya, Presiden Joko Widodo.
Menurut laporan yang diterimanya, rumah sakit tersebut memiliki peralatan medis yang termasuk tercanggih di Indonesia.
“Hanya ada empat rumah sakit di Indonesia yang memiliki peralatan secanggih ini,” kata Prabowo.
Prabowo juga menuturkan rencana membangun 66 rumah sakit baru. Selain itu, dia menargetkan seluruh kabupaten/kota memiliki fasilitas kesehatan yang modern.
“Dalam empat tahun yang akan datang,kita akan berusaha mencapai itu. Saya akan alokasikan biaya yang cukup besar untuk pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Dia juga menegaskan rencana besar pemerintah menambah tenaga kesehatan.
”Kita perlu tambah 30 fakultas kedokteran baru. Khusus untuk dokter, saya upayakan sebagian besar, kalau bisa semuanya, itu beasiswa penuh,” kata Prabowo.
Baca Juga: Presiden Prabowo Setujui RUU KUHAP Disahkan Jadi UU, ICJR Soroti Masalah HAM dan Akuntabilitas
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam laporannya mengatakan bahwa pembangunan RS Kardiologi Emirat–Indonesia menelan biaya Rp 400 miliar.
“Terdiri dari 100 kamar, tiga kamar operasi, dibangun dengan biaya Rp 400 miliar. Rp 250 miliar untuk bangunan, Rp 150 miliar untuk alat-alat,” ujarnya. (lyn/ttg/JPG/r3)
Editor : Kimda Farida