Sejak pukul 18.00 WIB, foto tangkapan layar saldo masuk dan struk ATM beredar luas di media sosial, memicu kegembiraan masif dari desa hingga kota.
Nominal bersih yang diterima KPM berkisar antara Rp 596.000 hingga Rp 597.000 setelah dipotong biaya administrasi bank yang kecil.
Penyaluran kali ini menyoroti antusiasme tinggi dari KPM yang baru beralih dari skema penyaluran manual (PT Pos Indonesia) ke Kartu KKS Merah Putih.
Banyak dari mereka melaporkan ini adalah kali pertama mereka melihat saldo bantuan masuk melalui transfer bank, menandakan proses digitalisasi Bansos berjalan lancar.
Penyaluran BPNT kali ini dilakukan serentak melalui dua bank utama: BNI dan BRI.
Kabar baik tidak berhenti di pencairan tunai. Pemerintah memastikan bahwa pembagian bantuan pangan logistik, berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter, akan dilakukan serentak mulai hari ini, 21 November 2025.
Pihak desa di berbagai wilayah telah mulai menyebarkan undangan resmi kepada warga untuk datang ke titik distribusi yang telah ditentukan.
Meskipun lokasi pembagian diprediksi akan ramai, petugas mengklaim telah menyiapkan skema antrean yang lebih rapi untuk mengurangi penumpukan warga.
Di tengah kegembiraan pencairan dana, pemerintah kembali memberikan peringatan keras.
Bansos, baik tunai (BPNT, PKH, BLT Kesra) maupun pangan, harus digunakan sesuai peruntukan, yaitu untuk pemenuhan kebutuhan dasar pangan dan gizi.
Penggunaan dana untuk hal-hal yang tidak sesuai, seperti rokok, minuman keras, game online terlarang, atau narkoba, dapat berujung pada pemutusan bantuan, bahkan penghentian permanen bagi KPM yang melanggar.
Banyak warga mengaku pencairan di akhir tahun ini sangat membantu dalam menopang kebutuhan rumah tangga yang kian meningkat.
KPM diimbau untuk selalu memantau informasi melalui pendamping sosial atau kanal resmi Kemensos untuk mendapatkan data terbaru yang akurat.
Editor : Kimda Farida