Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Film Pelangi di Mars Gabungkan Live Action dan 3D Animasi Siap Tayang, Produksi Butuh Waktu Lima tahun

Lombok Post Online • Rabu, 26 November 2025 | 12:34 WIB

 

Dendi Reynando
Dendi Reynando
 

LombokPost - Jelang tayang tahun depan, film Pelangi di Mars merilis teaser trailer. Membocorkan potongan cuplikan awal mula kehidupan seorang astonot bernama Pratiwi (Lusteha) hidup bersama putri kecilnya Pelangi (Messi Gusti) di Mars dengan latar tahun 2090.

Video singkat tersebut juga memperkenalkan sejumlah karakter-karakter robot seperti Batik, Kimchi, Petya, Yohan, dan Sulil.

Disutradarai oleh Upie Guava, film Pelangi di Mars mengusung genre fiksi ilmiah yang dibalut dengan drama keluarga.

 Baca Juga: Malam Puncak IMAA 2025 Siap Apresiasi Para Bintang Film Indonesia Secara Langsung di RCTI

Pakai Teknologi ala Sinema Hollywood

Film Pelangi di Mars menjadi salah satu sinema yang dinanti-nanti sejak first look pada akhir tahun lalu. Sebab, film tersebut berhasil menggabungkan live action dengan animasi 3D yang apik.

’’Film ini kombinasi keduanya. Tidak bisa dibilang 100 persen animasi atau 100 persen live action. Metodenya hybrid,’’ kata Produser Dendi Reynando, saat konferensi pers di Plaza Senayan XXI, Jakarta Selatan, Senin (24/11).

Metode animasi yang digunakan dalam Pelangi di Mars juga berbeda dari lainnya. Yakni, game engine dan virtual production. Keterbatasan teknologi di Indonesia menjadi salah satu penyebab film tersebut memakan waktu lima tahun untuk produksi.

’’Kami pakai teknologi baru namanya extended reality (XR) yang sudah digunakan di Hollywood. Seluruh dunia mencoba mengadaptasi ini dan kami juga lakukan itu,’’ tutur Dendi.

Bisa Ditonton Segala Usia

Upie menjelaskan, film Pelangi di Mars menggunakan beragam teknik untuk merealisasikan imajinasinya yang lebih luas.

Sejak awal digagas, proyek tersebut dikhususkan film keluarga yang bisa dinikmati semua kalangan usia anak-anak.

’’Ini film anak-anak, bercerita mengenai cara anak-anak bercerita, dengan visual yang mudah-mudahan bisa dinikmati oleh anak-anak,’’ ucap Upie.

Dia menceritakan, ide tersebut bermula dari keinginan sederhananya. Yaitu, melahirkan karya untuk anak-anak yang bersifat evergreen IP.

Sedangkan saat ini, industri film tanah air masih didominasi dengan konten-konten dewasa. Dan anak-anak kekurangan asupan film berkualitas yang kuat akan unsur hiburan dan edukasinya.

’’Karena saya punya anak kecil dan kita belum punya banyak pilihan kisah-kisah anak kecil. Saya tumbuh dengan Star Wars, komik Tintin. Kami ingin menumbuhkan perasaan anak-anak kalau kita bisa menaklukan dunia,’’ tambahnya. (shf/ai/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#mars #pelangi #Film #action #animasi