Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ekonomi 2026 Diprediksi 'Melejit' Lampaui Target APBN, Ini Kunci Sinerginya!

Nurul Hidayati • Senin, 1 Desember 2025 | 13:52 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar di Graha Bhasvara Icchana, Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Jumat 28 November 2025.
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar di Graha Bhasvara Icchana, Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Jumat 28 November 2025.

LombokPost – Pemerintah Pusat menegaskan optimisme dan kesiapan penuh Indonesia dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, sekaligus memetakan arah kebijakan ekonomi nasional yang berfokus pada penguatan sinergi lintas sektor.

Hal ini menjadi inti dalam pertemuan besar yang melibatkan pemerintah pusat, daerah, dan lembaga keuangan bersama Bank Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan ekonomi yang terus bekerja keras menjaga stabilitas dan ketahanan nasional.

“Saya sambut sangat baik tema yang dipilih tahun ini, ‘Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan’. Saya merasa ini sangat tepat dan sesuai dengan upaya besar yang kita sedang jalankan,” ujar Presiden Prabowo.

Prospek 2026: Ekonomi Diproyeksikan Up-Side Risk

Optimisme tinggi juga ditekankan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Dalam laporannya, Menko Airlangga menegaskan bahwa prospek ekonomi nasional pada tahun 2026 berada dalam tren positif yang kuat. Indikator utama seperti inflasi yang terkendali, percepatan belanja pemerintah, dan kemajuan signifikan digitalisasi di daerah menjadi penopang utama.

Menko Airlangga bahkan menyatakan bahwa risiko-risiko yang mungkin muncul, termasuk suku bunga global dan fluktuasi rupiah, sudah sepenuhnya 'price-in'.

"Tahun 2026 yang kita lihat adalah up-side risk, Pak Presiden, dengan baseline di 5,4 persen sesuai dengan APBN. Jadi kita berharap dan optimis tahun depan akan lebih baik dari tahun ini,” jelas Menko Airlangga, menandakan potensi pertumbuhan yang bisa melampaui target APBN.

Kunci Stabilitas: Sinergi dan Kemandirian

Agenda utama dari pertemuan ini adalah memetakan kebijakan ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan lebih tinggi dan berdaya tahan. Kunci dari strategi ini adalah memperkuat sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Lembaga Keuangan. Sinergi ini diperlukan untuk:

Menjaga stabilitas ekonomi di tengah gejolak global.

Mempercepat pertumbuhan melalui program-program yang terpadu.

Menciptakan ekonomi yang Tangguh dan Mandiri dalam jangka panjang.

Dengan fokus pada sinergi lintas sektor, Indonesia menyatakan kesiapan untuk menavigasi tantangan dan memanfaatkan peluang global untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Editor : Kimda Farida
#pertumbuhan #Bank Indonesia #apbn #pemerintah #Ekonomi