LombokPost – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen pemerintah untuk melaksanakan pembenahan menyeluruh sektor pendidikan melalui reformasi besar-besaran yang didorong oleh akselerasi digitalisasi pembelajaran.
Hal ini diungkapkan Presiden dalam sambutannya pada Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Indonesia Arena, Jakarta.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju, Indonesia harus berani mengambil langkah-langkah drastis.
"Pendidikan akan kita benahi, akan kita perbaiki secara besar-besaran. Kita negara besar, persoalan kita besar. Kita mengejar negara-negara lain yang begitu cepat perkembangannya. Kita tidak boleh kalah," tegas Presiden.
Digitalisasi sebagai Fondasi Lompatan Kemajuan
Kepala Negara menjelaskan bahwa digitalisasi merupakan fondasi utama dalam upaya akselerasi pembelajaran nasional. Langkah konkret yang diambil adalah pengiriman perangkat papan interaktif digital secara masif ke sekolah-sekolah di seluruh Tanah Air.
"Langkah-langkah yang saya ambil antara lain adalah memilih teknologi dengan digitalisasi, digitalisasi pembelajaran. Kita menggunakan teknologi untuk melompat. Saya mengirim layar interaktif ke semua sekolah di Republik Indonesia," tutur Presiden.
Presiden Prabowo menargetkan distribusi perangkat tersebut akan menjangkau seluruh 288.000 sekolah di Indonesia sebelum awal tahun 2026.
Meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem yang menghambat pengiriman ke daerah terpencil, Presiden bangga bahwa upaya pengiriman tetap diusahakan hingga ke pelosok-pelosok terjauh.
Target Jangka Panjang: 6 Layar Interaktif Per Sekolah
Presiden juga mengumumkan rencana ambisius untuk tahun-tahun berikutnya guna menjamin kualitas pembelajaran di setiap kelas.
Tahun Berikutnya (2026): Penambahan 3 layar interaktif di setiap sekolah. Tahun Kedua Berikutnya (2027): Penambahan 2 layar interaktif di setiap sekolah.
Dengan demikian, setiap kelas ditargetkan memiliki perangkat layar interaktif yang terhubung dengan konten-konten pembelajaran yang besar dan beragam dari semua tingkatan.
Pemerataan Mutu Guru: Belajar dari Ahli Bahasa Internasional
Visi reformasi ini tidak berhenti pada perangkat keras. Presiden memaparkan rencana revolusioner untuk mengatasi masalah pemerataan mutu guru.
Melalui studio terpusat, materi dari pengajar terbaik akan disiarkan, memungkinkan siswa di seluruh Indonesia mengakses guru-guru ahli.
Tujuan utama dari visi ini adalah mencetak lulusan Indonesia yang siap kerja secara global.
"Semua sekolah di pelosok manapun bisa belajar bahasa Inggris dari guru asli dari Inggris. Bahasa Mandarin, guru asli Mandarin, bahasa Perancis, bahasa Jerman, bahasa Korea, bahasa Jepang, bahasa Portugis. Kita ajarkan di semua sekolah kita. Supaya nanti anak-anak kita begitu lulus, dia bisa bekerja di manapun di bumi ini," pungkas Presiden Prabowo.
Editor : Kimda Farida