LombokPost – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah menempatkan keselamatan anak Indonesia sebagai prioritas infrastruktur utama.
Untuk menjamin akses pendidikan yang aman, Presiden mengumumkan percepatan pembangunan jembatan, khususnya di daerah-daerah terpencil.
Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa keputusan ini merupakan respons langsung terhadap banyaknya laporan yang ia terima melalui kanal digital dari masyarakat mengenai kondisi infrastruktur pendidikan yang sangat memprihatinkan, termasuk jembatan rusak yang membahayakan pelajar.
Satuan Tugas Khusus Darurat Jembatan Dibentuk
Menindaklanjuti laporan tersebut, Presiden Prabowo mengumumkan langkah tegas pemerintah: pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Khusus Darurat Jembatan.
Satgas ini akan memfokuskan upaya pembangunan secara masif dengan target yang ambisius: membangun hingga 300.000 jembatan di berbagai wilayah Indonesia.
"Presiden Prabowo mengumumkan pembentukan Satuan Tugas Khusus Darurat Jembatan yang akan memfokuskan pembangunan hingga 300 ribu jembatan di berbagai wilayah Indonesia," demikian pernyataan resmi.
Pembangunan jembatan ini bukan hanya untuk menghubungkan fisik wilayah, tetapi secara krusial untuk memastikan bahwa setiap anak di Indonesia dapat mencapai sekolahnya dengan selamat.
Menghilangkan risiko yang selama ini mengancam nyawa mereka di jalur-jalur ekstrem dan terisolasi.
Aksi cepat ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mewujudkan ketersediaan infrastruktur pendidikan yang layak, sejalan dengan visi pemerataan kualitas pembelajaran yang juga didorong melalui program digitalisasi.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa percepatan pembangunan jembatan di berbagai daerah terpencil menjadi prioritas utama pemerintah untuk memastikan akses pendidikan yang aman bagi seluruh anak Indonesia.
Editor : Kimda Farida