Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Saatnya Lompatan! Pemerintah Gelontorkan Rp 2 Triliun untuk Sekolah Garuda, Siap Cetak Generasi Emas 2045!

Nurul Hidayati • Selasa, 2 Desember 2025 | 08:30 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

LombokPost – Pemerintah secara resmi meluncurkan program Sekolah Garuda, sebuah inisiatif sekolah unggul berasrama yang menjadi bagian krusial dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.

Program ini dirancang sebagai upaya transformasi pendidikan nasional untuk menyiapkan generasi muda Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045.

Peluncuran ini dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) di 16 titik wilayah sebagai langkah awal.

Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap keberlanjutan program, pemerintah melalui APBN 2025 telah mengalokasikan dana yang signifikan.

Total Dana: Rp2 triliun, atau 0,27 persen dari total Anggaran Pendidikan.

Dana Abadi: Rp1 triliun dialokasikan sebagai dana abadi sekolah unggul untuk memastikan keberlanjutan program dalam jangka panjang.

Program Sekolah Garuda dibagi menjadi dua kategori utama, dengan target ekspansi hingga tahun 2029.

program Sekolah Garuda yang terbagi dalam dua kategori utama sebagai strategi ganda untuk peningkatan kualitas dan pemerataan akses pendidikan unggul di Indonesia. Program ini menargetkan pencapaian signifikan pada tahun 2029. Sekolah Garuda Transformasi dan Sekolah Garuda Baru.

Kategori Sekolah Garuda Transformasi memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kapasitas Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) unggul yang sudah ada. Peningkatan ini difokuskan agar lulusan sekolah tersebut mampu menembus Perguruan Tinggi (PT) kelas dunia.

Pada tahap awal, program ini telah menyentuh 12 titik sekolah yang sudah berjalan. Pemerintah menargetkan perluasan cakupan program ini secara masif hingga mencapai 80 sekolah pada tahun 2029.

Sementara itu, kategori Sekolah Garuda Baru diinisiasi dengan tujuan pemerataan akses pendidikan unggul. Sekolah dalam kategori ini akan dibangun dari nol secara khusus di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Meskipun bertujuan untuk pemerataan, target jangka panjangnya tidak kalah ambisius, yaitu mendirikan 20 sekolah baru pada tahun 2029. Saat ini, program telah mengidentifikasi 4 titik sekolah baru yang direncanakan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.

Secara keseluruhan, program Sekolah Garuda ini mencakup 16 titik awal (12 Transformasi dan 4 Baru) dan merupakan langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan pendidikan berkualitas yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Sekolah Garuda Transformasi akan berfokus pada peningkatan kompetensi siswa, kapasitas guru, dan pengembangan manajemen sekolah. Sementara Sekolah Garuda Baru bertujuan untuk memperluas pemerataan kesempatan pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia di wilayah yang minim akses.

SMA Pradita Dirgantara ditetapkan sebagai salah satu pionir Sekolah Garuda Transformasi. Kepala SMA Pradita Dirgantara, M. Ridwan Aziz, menyambut positif penetapan tersebut, menilai program ini membuka peluang bagi peserta didik berprestasi tinggi untuk mendapatkan layanan pendidikan terbaik.

“Potensi yang sudah besar, dikelola, dididik dengan sumber daya terbaik juga, maka mereka akan lebih unggul lagi. Sehingga harapan kita di 2045 Indonesia benar-benar bisa menjadi kekuatan yang diperhitungkan di dunia,” ujar Aziz.

Editor : Akbar Sirinawa
#Sekolah Garuda #pendidikan #apbn #transformasi #indonesia emas