LombokPost – Daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bantuan Sosial (Bansos) mengalami perombakan besar, menyusul diserahkannya data pemutakhiran terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) kepada Kementerian Sosial (Kemensos).
Dampaknya, terjadi penggantian daftar KPM secara signifikan, dengan prioritas utama diberikan kepada keluarga pada desil 1 dan 2 yang dinilai paling berhak.
Perombakan data KPM ini segera diikuti dengan percepatan pencairan Bansos inti, yakni PKH Tahap 4, BPNT Rp 600.000, serta BLT Kesra Rp 900.000, yang dilaporkan mulai masuk ke rekening KKS di berbagai daerah hari ini.
Baca Juga: 8 Jenis Bansos Ini Cair Serentak Mulai 8 Desember 2025, Berikut Daftar Lengkapnya
Mulai tahun 2025, BPS resmi menjadi lembaga verifikasi dan validasi data KPM, dengan pemutakhiran dilakukan setiap triwulan. Data Triwulan I yang diserahkan pada 15 Mei 2025, berisi 20 juta keluarga, kini digunakan untuk penyaluran Bansos Triwulan II.
PKH: Kekurangan kuota 10 juta KPM diisi dari penerima Sembako non-PKH yang memiliki komponen PKH, berfokus pada warga desil 1 dan 2 (keluarga termiskin). 6,3 juta KPM existing tetap dipertahankan.
BPNT: Menyasar 14,1 juta KPM existing ditambah KPM baru dari desil 1–4 dan usulan Pemerintah Daerah, untuk mencapai target 18,6 juta penerima.
Perubahan ini menyebabkan banyak warga yang sebelumnya tidak menerima bantuan, kini mendadak masuk daftar.
Pencairan serentak Bansos kini terpantau sudah terjadi di sejumlah wilayah:
1. Kebumen, Jawa Tengah: Undangan pencairan $20$ kg beras dan $4$ liter minyak goreng sudah dibagikan.
2. Garut, Jawa Barat: Penyaluran dilakukan serentak mulai hari ini.
Baca Juga: 3 Bansos Tunai Senilai Rp 600 Ribu hingga Rp 1 Juta Ini Resmi Cair Per Tanggal 5 Desember 2025
Sementara itu, status di sistem SIKS-NG menunjukkan percepatan:
BPNT Rp600.000: Status sudah SPM (Surat Perintah Membayar) dan siap masuk ke rekening.
BLT Kesra Rp900.000: Beberapa wilayah sudah masuk tahap SI (Standing Instruction), menandakan proses transfer telah berjalan.
PKH Tahap 4: Sedang dalam antrean "berhasil cek rekening" sebelum ditransfer.
Kemensos mengklaim seluruh bantuan disalurkan tanpa potongan, langsung ke rekening KPM, dengan total alokasi anggaran yang masif: Sembako (Rp 43,86 triliun), PKH (Rp 8,7 triliun), serta Bantuan Iuran PBI Jaminan Kesehatan (Rp 48 triliun).
Masyarakat yang merasa berhak tetapi belum terdaftar didorong untuk memanfaatkan fitur Usul dan Sanggah di aplikasi Cek Bansos.
Proses ini melibatkan verifikasi pendamping PKH, pembahasan di musdes/muskel, dan validasi akhir oleh Dinsos dan BPS, demi memastikan Bansos tepat sasaran.
Editor : Pujo Nugroho