Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Museum Zoologi Bogor Koleksi Terbesar di Asia Tenggara: Jutaan Spesimen Fauna Tersimpan Sejak 1894

Rury Anjas Andita • Selasa, 9 Desember 2025 | 20:08 WIB
Museum Zoologi Bogor miliki jutaan spesimen dan jadi koleksi fauna terbesar di Asia Tenggara, masuk 10 besar dunia versi BRIN.
Museum Zoologi Bogor miliki jutaan spesimen dan jadi koleksi fauna terbesar di Asia Tenggara, masuk 10 besar dunia versi BRIN.

LombokPost - Museum Zoologi Bogor kembali menjadi sorotan setelah BRIN menegaskan bahwa museum ini menyimpan koleksi ilmiah hewan terbesar di Asia Tenggara.

Dengan jutaan spesimen dari berbagai kelompok fauna, Museum Zoologi Bogor kini masuk jajaran 10 museum zoologi dunia dengan koleksi paling lengkap dan bernilai ilmiah tinggi. Pencapaian ini sekaligus memperkuat peran Indonesia sebagai pusat rujukan penelitian zoologi di kawasan.

Dalam gelaran TakSon “Talk about Scientific Collection” seri #5, Selasa (8/12), Darmawan dari Tim Pemrosesan Koleksi Ilmiah Hewan BRIN menyampaikan bahwa kekayaan koleksi Museum Zoologi Bogor telah berkembang pesat sejak pertama kali berdiri pada 1894.

Dominasi Serangga: Lebih dari 1,07 Juta Spesimen

Darmawan menyebut bahwa Museum Zoologi Bogor kini mengelola koleksi ilmiah hewan yang sangat besar dan beragam.

“Saat ini, Museum Zoologi Bogor mengelola koleksi ilmiah hewan dalam jumlah yang sangat besar dan beragam. Koleksi tersebut didominasi oleh serangga dengan lebih dari 1,07 juta spesimen,” ungkapnya.

Selain serangga, museum ini juga menyimpan: ±143 ribu spesimen moluska dan ikan, 101 ribu spesimen amfibi, ±91 ribu spesimen reptil, 85 ribu spesimen mamalia, ±78 ribu spesimen arthropoda lain, serta puluhan ribu spesimen burung dan krustasea.

Untuk menjaga kualitas koleksi, seluruh spesimen menjalani proses standar internasional: mulai dari eksplorasi, preparasi awetan kering dan basah, pelabelan, identifikasi, dokumentasi, digitalisasi, hingga sterilisasi pada suhu minus 20 derajat Celcius.

“Proses ini dilakukan untuk memastikan kualitas koleksi tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” kata Darmawan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya BRIN memastikan Museum Zoologi Bogor selalu siap menjadi pusat koleksi ilmiah hewan berkelas dunia.

Fungsi Vital untuk Penelitian dan Konservasi

Menurut Darmawan, koleksi ilmiah hewan di Museum Zoologi Bogor tidak hanya menjadi arsip keanekaragaman hayati, tetapi juga menjadi fondasi berbagai penelitian penting.

Koleksi digunakan untuk: riset taksonomi dan sistematika, penentuan status konservasi spesies, pemantauan biodiversitas, pengembangan bioteknologi dan kesehatan, serta pendidikan dan peningkatan kesadaran publik.

Museum ini juga membuka layanan identifikasi hewan bagi peneliti, mahasiswa, dan instansi pemerintah/swasta—memperkuat posisinya sebagai pusat data zoologi yang kredibel.

BRIN Mantapkan Museum Zoologi Bogor ke Level Global

Dengan dukungan infrastruktur berstandar internasional dan pengelolaan terintegrasi, BRIN menegaskan komitmennya untuk menjadikan Museum Zoologi Bogor sebagai pusat koleksi ilmiah nasional yang berdaya saing global.

“Kami harapkan kekayaan koleksi ilmiah hewan yang dimiliki dapat terus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan Indonesia,” tandas Darmawan.

Sejarah Panjang Warisan Zoologi Indonesia

Museum ini bermula dari Landbouw Zoologisch Laboratorium yang didirikan pada 23 Agustus 1894 oleh ahli botani Belanda J.C. Koningsberger. Seiring waktu, nama dan fungsi lembaga ini berkembang hingga menjadi Museum Zoologi Bogor yang dikenal saat ini.

Pada 1997, koleksi dipindahkan ke Cibinong dengan dukungan fasilitas internasional yang dibangun melalui hibah Bank Dunia dan Jepang—mengubahnya menjadi salah satu pusat koleksi ilmiah hewan terbesar di Asia Tenggara.

Hingga kini, Museum Zoologi Bogor berdiri sebagai benteng kekayaan fauna Indonesia dan aset riset yang tak ternilai.

Editor : Rury Anjas Andita
#spesimen #Museum Zoologi Bogor #Fauna #asia tenggara