Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BNPB Bangun 750 Huntara di Sumatera Barat, Ribuan Warga Banjir–Longsor Segera Punya Tempat Tinggal

Marthadi • Senin, 15 Desember 2025 | 17:11 WIB
Acara peletakan batu pertama untuk Hunian Sementara bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (13/12).
Acara peletakan batu pertama untuk Hunian Sementara bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (13/12).

LombokPost — Harapan baru muncul bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan pembangunan 750 unit hunian sementara (huntara) di enam kabupaten/kota sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana.

Pembangunan huntara tersebut akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kesiapan lahan dan kelengkapan administrasi dari pemerintah daerah setempat.

Enam wilayah yang masuk dalam rencana pembangunan huntara yakni Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, dan Kabupaten Agam.

Berdasarkan pemutakhiran data BNPB dan usulan pemerintah daerah, total 750 unit huntara disiapkan untuk menampung warga terdampak yang hingga kini masih membutuhkan tempat tinggal sementara yang aman dan layak.

Untuk Kabupaten Lima Puluh Kota, pemerintah daerah telah mengajukan pembangunan huntara tahap I sebanyak 60 unit bagi 60 kepala keluarga dari total 288 kepala keluarga terdampak bencana.

Kesiapan lahan telah dipenuhi melalui penyediaan area seluas 9.000 meter persegi di Jorong Aie Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh.

Lahan tersebut merupakan hibah dari masyarakat dan telah ditetapkan secara resmi melalui Surat Keputusan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 300.2.3/273/BUP-LK/XII/2025 tertanggal 12 Desember 2025.

Sementara itu, Kabupaten Agam juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan huntara tahap pertama. Adapun daerah lainnya masih dalam proses penyelesaian dokumen pendukung, termasuk pendataan by name by address serta penetapan lokasi pembangunan.

BNPB memastikan akan terus melakukan pendampingan dan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah guna mempercepat kelengkapan administrasi dan kesiapan teknis di setiap wilayah.

Selain itu, koordinasi lintas kementerian dan lembaga terkait juga akan terus dilakukan agar pembangunan huntara berjalan sesuai ketentuan dan dapat segera dimanfaatkan masyarakat terdampak sebagai bagian penting dari proses pemulihan pascabencana di Sumatera Barat.

 

Editor : Marthadi
#BNPB #Huntara Sumatera Barat #Hunian sementara BNPB #penanganan pascabencana #banjir dan longsor sumbar