Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BNPB Percepat Rehabilitasi Pascabencana Sumbar, Jembatan Bailey Hampir Rampung

Marthadi • Selasa, 16 Desember 2025 | 23:45 WIB

Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian, memimpin Rapat Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabanjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat, di kantor Gubernur Sumatera Barat, Selasa (16/12).
Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian, memimpin Rapat Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabanjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat, di kantor Gubernur Sumatera Barat, Selasa (16/12).
LombokPost – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir dan longsor di Sumatera Barat.

Langkah ini ditegaskan dalam Rapat Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang dipimpin Sekretaris Utama BNPB, Dr. Rustian, di Posko Terpadu, Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Selasa (16/12).

Dalam rapat tersebut Dr. Rustian mengapresiasi respons cepat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama pemerintah kabupaten dan kota dalam menangani dampak bencana di 13 daerah terdampak.

Upaya tersebut dinilai krusial dalam melindungi dan memulihkan kehidupan masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.

Pada fase penanganan darurat, berbagai infrastruktur sementara telah dibangun untuk memulihkan konektivitas wilayah. Salah satunya melalui pemasangan jembatan bailey yang saat ini hampir seluruhnya rampung.

Selain itu, pembangunan hunian sementara (huntara) juga telah berjalan di sejumlah lokasi.

“Infrastruktur darurat ini bersifat sementara, namun sangat penting untuk memastikan mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi pascabencana,” ujar Dr. Rustian.

Ia menegaskan, setelah fase darurat berakhir, fokus penanganan harus segera diarahkan pada rehabilitasi dan rekonstruksi yang terencana dan berkelanjutan.

Memasuki tahap pascadarurat, BNPB menekankan pentingnya pelaksanaan Kajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna). Kajian ini menjadi dasar dalam menilai kerusakan dan kerugian, mulai dari infrastruktur, perumahan, hingga fasilitas publik dan sektor lainnya.

“Jitupasna menjadi fondasi utama penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P), agar pemulihan tidak reaktif, tetapi terukur dan berorientasi jangka menengah hingga panjang,” jelasnya.

BNPB juga menegaskan peran strategis pemerintah daerah sebagai motor utama pemulihan pascabencana. Tidak hanya BPBD, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta aktif menyediakan data kerusakan dan kebutuhan sektoral, dengan BPBD sebagai simpul koordinasi lintas sektor.

Sebagai wujud komitmen pemerintah pusat, BNPB akan melakukan pendampingan langsung kepada pemerintah daerah dalam penyusunan Jitupasna dan R3P. Pendampingan ini melibatkan akademisi dan mahasiswa agar dokumen pemulihan bersifat partisipatif, berbasis data, dan sesuai kondisi lapangan.

Baca Juga: Sembilan Penghargaan Bergengsi Diraih Kejaksaan Negeri Lombok Tengah

Rapat tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi, seluruh pemerintah daerah, BPBD, serta unsur terkait penanganan bencana di Sumatera Barat, baik secara luring maupun daring.

BNPB mempercepat rehabilitasi pascabencana di Sumatera Barat. Jembatan bailey hampir rampung, pemulihan masuk tahap permanen.

Editor : Marthadi
#BNPB Sumatera Barat #Rehabilitasi Pascabencana #Jembatan bailey BNPB #banjir dan longsor sumbar #Rekonstruksi pascabencana