Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemerintah 'Sulap' Lahan Jadi 44 Ribu Hunian Sementara, Aceh Tembus 36 Ribu Unit: Presiden Prabowo Cek Langsung!

Nurul Hidayati • Jumat, 19 Desember 2025 | 16:16 WIB
Pemerintah bergerak cepat dalam menangani krisis tempat tinggal bagi penyintas bencana di Sumatra dan Aceh. Tidak tanggung-tanggung, puluhan ribu unit Hunian Sementara (Huntara) tengah disiapkan.
Pemerintah bergerak cepat dalam menangani krisis tempat tinggal bagi penyintas bencana di Sumatra dan Aceh. Tidak tanggung-tanggung, puluhan ribu unit Hunian Sementara (Huntara) tengah disiapkan.

LombokPost – Pemerintah bergerak cepat dalam menangani krisis tempat tinggal bagi penyintas bencana di Sumatra dan Aceh.

Tidak tanggung-tanggung, puluhan ribu unit Hunian Sementara (Huntara) tengah disiapkan di tiga provinsi terdampak sebagai prioritas utama dalam fase pemulihan awal.

Presiden RI Prabowo Subianto meninjau langsung salah satu lokasi pembangunan Huntara di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Kamis (18/12).

Kunjungan ini bertujuan memastikan bahwa masyarakat yang kehilangan tempat tinggal segera mendapatkan hunian yang layak sebelum proses rekonstruksi permanen dimulai.

Aceh Jadi Fokus Utama dengan 36 Ribu Unit

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total pembangunan Huntara di tiga wilayah tersebut mencapai angka fantastis, yakni 44.045 unit.

Berikut adalah rincian sebaran unit Huntara: Provinsi Aceh 36.328 unit (Wilayah dengan jumlah terbanyak). Provinsi Sumatera Utara 5.158 unit. Provinsi Sumatera Barat: 2.559 unit.

Penyediaan Huntara ini menjadi langkah krusial agar masyarakat tidak terlalu lama berada di tenda-tenda pengungsian yang serba terbatas.

Ini upaya untuk bisa segera menangani tempat tinggal korban terdampak bencana.

Memulihkan Ekonomi dan Sosial Warga

Pemerintah menegaskan bahwa Huntara bukan sekadar tempat berteduh, melainkan fondasi agar aktivitas sosial dan ekonomi warga dapat segera berputar kembali.

Dengan adanya tempat tinggal yang lebih stabil, diharapkan para penyintas dapat kembali menata kehidupan mereka dengan rasa aman.

"Pembangunan hunian sementara ini ditujukan untuk memastikan masyarakat terdampak memiliki tempat tinggal yang layak selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan," tulis keterangan resmi pemerintah.

Meski demikian, data kebutuhan unit ini masih bersifat dinamis. Pemerintah terus melakukan koordinasi ketat antarkementerian dan pemerintah daerah untuk menyesuaikan jumlah Huntara dengan situasi riil di lapangan, guna memastikan bantuan tepat sasaran dan segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Editor : Kimda Farida
#prabowo #presiden #BNPB #Ekonomi #huntara