Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dari Pulau Seribu Masjid untuk Serambi Mekah, NTB Kirim Tim Relawan dan Medis Tangani Bencana Aceh

Yuyun Kutari • Minggu, 21 Desember 2025 | 13:05 WIB
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal berfoto bersama tim relawan dan medis yang berangkat ke lokasi bencana Sumatra, di Mataram, Sabtu (20/12).
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal berfoto bersama tim relawan dan medis yang berangkat ke lokasi bencana Sumatra, di Mataram, Sabtu (20/12).

LombokPost - Pemprov NTB secara resmi memberangkatkan tim relawan dan medis, untuk membantu penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatra.

Pelepasan tim dilaksanakan dan dipimpin langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, di Mataram pada Sabtu (20/12).

Gubernur Iqbal mengatakan pengiriman bantuan ini memiliki makna mendalam, tidak hanya sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan, tetapi juga sebagai ikatan persaudaraan antardaerah yang telah terjalin lama.

“Di tengah suasana duka ini, kehadiran kita untuk memberangkatkan bantuan justru menjadi sesuatu yang membahagiakan. Mengapa? Karena seorang teman adalah dia yang hadir di saat-saat tersulit,” terang Gubernur.

Sebanyak 32 orang yang tergabung dalam Tim Dukungan Tanggap Darurat Provinsi NTB untuk membantu penanganan bencana alam di Sumatra. Namun, untuk tahap pertama jumlah relawan yang dikirim adalah 11 orang, dan sisanya berangkat di tahap berikutnya.

Masih di pengiriman relawan tahap pertama ini, wilayah yang menjadi fokus utama sekarang adalah Aceh Utara. Kondisinya masih memprihatinkan sehingga dan sangat membutuhkan membutuhkan penanganan segera dan bantuan tenaga medis.

“Berdasarkan konsultasi kami dengan pemerintah di sana, Aceh Utara sangat mendesak membutuhkan bantuan, terutama tenaga medis,” jelasnya.

Selain relawan, Pemprov NTB juga mengirimkan obat-obatan yang sangat diperlukan, uang tunai sebesar Rp 1 miliar yang diberikan kepada Pemprov Aceh.

Gubernur Iqbal mengingat kembali bagaimana Aceh pernah hadir tanpa ragu saat NTB dilanda bencana gempa bumi pada 2018 lalu. Menurutnya, bantuan yang kini dikirimkan merupakan bentuk balas budi, sekaligus upaya mempererat kembali persaudaraan yang telah teruji oleh waktu dan keadaan.

“Kita tidak akan lupa, saat NTB menghadapi bencana, saudara-saudara kita di Aceh hadir memberikan dukungan tanpa ragu. Inilah saatnya kita membalas kebaikan tersebut dan mempererat kembali tali persaudaraan yang sudah teruji,” tegasnya.

Bagi masyarakat Aceh, kehadiran tim medis dari NTB bukan semata-mata bantuan teknis, melainkan kehadiran saudara yang datang dengan empati dan kepedulian.

Gubernur juga menyampaikan bantuan yang dikirim merupakan simbol kasih sayang dari daerah Seribu Masjid kepada daerah Serambi Mekah. Ia mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian NTB.

“Ini adalah tanda kasih dari Provinsi Seribu Masjid untuk Provinsi Serambi Mekah. Saya sudah berkomunikasi langsung dengan Bapak Gubernur Aceh, dan beliau menyampaikan apresiasi serta terima kasih yang sangat mendalam,” ungkapnya.

Secara keseluruhan Pemprov NTB menyiapkan anggaran total sebesar Rp 3 miliar dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Setiap provinsi direncanakan memperoleh bantuan finansial sebesar Rp 1 miliar.

“Bantuan finansial yang kita bawa senilai satu miliar rupiah per provinsi mungkin tidak seberapa dibandingkan beban yang mereka hadapi, tetapi ini adalah simbol kepedulian dan semangat berbagi masyarakat NTB,” ujar Iqbal.

Dalam arahannya kepada tim relawan dan yang diberangkatkan, Gubernur Iqbal memberikan sejumlah pesan. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai modal utama dalam menjalankan misi kemanusiaan.

“Kita tidak bisa menolong orang lain jika diri kita sendiri tumbang. Jaga stamina dan kesehatan agar bisa melayani masyarakat Aceh dengan maksimal,” pesannya.

Ia juga meminta seluruh personel untuk saling menjaga koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, serta membawa salam hangat dari seluruh masyarakat NTB.

“Setibanya di sana, segera temui pemerintah daerah setempat. Sampaikan salam hangat, salam rindu, dan hormat dari seluruh warga NTB,” katanya.

Selain itu, Gubernur Iqbal mengingatkan para personel yang berangkat merupakan wajah Provinsi NTB di mata masyarakat Aceh. Sehingga ia meminta agar seluruh tim bekerja dengan hati, penuh dedikasi, serta menunjukkan profesionalisme dan empati yang tinggi.

“Kalian adalah wajah NTB. Jika kita mampu menangani event internasional seperti MotoGP dengan gemilang, maka dalam misi kemanusiaan ini kita harus menunjukkan profesionalisme dan empati yang jauh lebih besar,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya membaur dan mengikuti sistem koordinasi yang telah ditetapkan di lokasi bencana.  “Segera lakukan blending dengan tim lokal. Ikuti arahan koordinasi di sana agar bantuan kita benar-benar efektif dan tidak menambah beban kerja tuan rumah,” ujarnya.

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa tim relawan dan medis akan bekerja selama 8 hari, dan perpanjangan waktu bisa saja dilakukan, tergantung dari situasi dan kondisi di lapangan. Mereka juga diminta memperbarui laporan harian, selama membantu penanganan bencana di lokasi. 

Selanjutnya, tim dari Dinas Sosial, BAZNAS, BPBD, dan Tagana akan menyusul, sehingga total personel yang diterjunkan mencapai 32 orang. Tim untuk Sumatera Utara dan Sumatera Barat direncanakan diberangkatkan.

Tim medis dipimpin oleh Lalu Madahan, SKM., MPH, epidemiolog dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB, sebagai Koordinator Surveilans dan Analisis Kesehatan.

Tanggung jawab medis dan pelayanan kegawatdaruratan diemban oleh dr. Eko Widya Nugroho, Sp.Em dari RSUD Provinsi NTB, didukung oleh dr. Wahyu Amri Fauzi, MPH dari RS Mata Provinsi NTB.Dukungan kesehatan mental bagi korban bencana ditangani oleh Sri Hartini, S.Psi., Psikolog dari RSU Mutiara Sukma.

Manajemen logistik farmasi dan ketersediaan obat-obatan dikoordinasikan oleh Maizun Rahmatullah, S.Farm., Apt. Sementara itu, bidang keperawatan diperkuat oleh Ns. Fauzi Tsanifisandi, S.Kep., M.Kep bersama tim perawat dari RSUD Mandalika dan RSUD Manambai.

Selain tenaga kesehatan, unsur relawan sosial dari Tagana Provinsi NTB, Jiono dan Rusli, turut diberangkatkan untuk menangani logistik dan memberikan dukungan sosial di lapangan.

Gubernur Iqbal mengajak seluruh tim untuk meniatkan tugas kemanusiaan ini sebagai ibadah dan amal jariyah. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada sekretaris daerah, para direktur rumah sakit, Dinas Kesehatan, serta keluarga yang telah mengikhlaskan kepergian anggota tim.

“Niatkan tugas ini sebagai ibadah dan amal jariyah. Kehadiran kalian di saat sulit tidak akan pernah dilupakan oleh saudara-saudara kita di sana. Selamat bertugas, semoga Allah SWT melindungi perjalanan dan perjuangan kita semua, serta segera memulihkan kondisi saudara-saudara kita di Aceh,” pungkasnya.

Editor : Prihadi Zoldic
#relawan #obat-obatan #Muzakir Manaf #Masyarakat NTB #Gubernur NTB #tenaga medis #Gubernur Iqbal #NTB #Bencana #Pemprov NTB #aceh