Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BMKG Prediksi Iklim 2026 Normal, Peluang Besar Dongkrak Pertanian hingga Energi

Rury Anjas Andita • Kamis, 25 Desember 2025 | 11:48 WIB
BMKG memprediksi iklim 2026 bersifat normal. Peluang besar optimalkan pertanian, energi, dan sumber daya air di Indonesia.
BMKG memprediksi iklim 2026 bersifat normal. Peluang besar optimalkan pertanian, energi, dan sumber daya air di Indonesia.

LombokPost - Iklim 2026 diprediksi bersifat normal. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan kondisi ini menjadi peluang strategis untuk mengoptimalkan potensi iklim di berbagai sektor, mulai dari pertanian, sumber daya air, hingga energi dan kesehatan masyarakat.

BMKG secara resmi meluncurkan Informasi Pandangan Iklim (Climate Outlook) 2026 pada Selasa (23/12). Berdasarkan analisis berbasis perhitungan fisis dan pemodelan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami iklim normal sepanjang tahun 2026.

BMKG Dorong Informasi Iklim Jadi Acuan Kebijakan

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa Climate Outlook 2026 merupakan komitmen BMKG dalam menyediakan gambaran komprehensif dinamika atmosfer dan laut global. Informasi ini diharapkan menjadi referensi utama perencanaan pembangunan nasional dan daerah.

“Informasi Pandangan Iklim 2026 ini diharapkan menjadi panduan umum dalam penetapan perencanaan, langkah mitigasi dan antisipasi serta kebijakan jangka panjang bagi berbagai sektor yang terdampak iklim,” kata Faisal pada konferensi pers di Gedung D Command Center MHEWS BMKG, Jakarta Pusat.

La Nina Lemah hingga IOD Netral di 2026

Berdasarkan pengamatan November 2025, BMKG mencatat suhu permukaan laut Samudra Pasifik menunjukkan fenomena La Nina lemah dengan indeks ENSO -0,77 dan diprediksi berlangsung hingga Maret 2026. Selanjutnya, kondisi ENSO diperkirakan menuju fase netral pada Maret–April dan bertahan hingga akhir 2026.

Sementara di Samudra Hindia, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) negatif dengan indeks -0,83 diprediksi akan berada pada fase netral sepanjang 2026.

Hampir 95 Persen Wilayah Indonesia Alami Hujan Normal

BMKG memprediksi sekitar 94,7 persen wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan tahunan kategori normal dengan kisaran 1.500–4.000 mm per tahun. Sisanya, sekitar 5,1 persen wilayah, diperkirakan mengalami curah hujan atas normal.

Untuk suhu udara, rata-rata tahunan 2026 diprediksi berada pada kisaran 25–29 derajat Celsius. Beberapa wilayah seperti Sumatra bagian selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, pesisir utara Jawa, dan Papua Selatan diperkirakan mencatat suhu di atas 28 derajat Celsius.

“Secara bulanan, anomali suhu udara di Indonesia pada tahun 2026 berkisar antara -0,5—+0,3 °C dengan anomali terendah diprediksi terjadi pada Mei dan anomali tertinggi terjadi pada Juli 2026,” jelas Faisal.

Potensi Risiko Tetap Ada, Mitigasi Harus Disiapkan

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menegaskan bahwa iklim normal 2026 berpotensi menjaga kualitas udara tetap baik. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama pada musim hujan awal akibat La Nina lemah yang bisa memicu banjir dan longsor.

“Aktifnya fenomena La Nina lemah pada musim hujan awal tahun perlu mendapatkan perhatian untuk antisipasi potensi dampak fenomena hidrometeorologi ekstrem seperti kejadian banjir dan longsor,” tuturnya.

Pada periode kemarau, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga perlu diantisipasi melalui mitigasi dini, termasuk pengawasan hotspot dan pembasahan lahan gambut.

Pertanian, Air, dan Energi Diminta Manfaatkan Iklim Normal

BMKG mendorong sektor pertanian dan perkebunan memanfaatkan iklim 2026 yang normal untuk meningkatkan produktivitas. Strategi adaptasi seperti penggunaan varietas unggul, pengelolaan irigasi, dan pengaturan pola tanam menjadi kunci.

Di sektor sumber daya air dan energi, pengelola diminta menyusun Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) dengan skenario iklim normal guna menjaga pasokan air irigasi dan listrik tetap stabil sepanjang tahun.

Selain itu, masyarakat juga diimbau mewaspadai peningkatan risiko demam berdarah dengue (DBD) akibat tingginya curah hujan dan kelembapan udara.

Editor : Rury Anjas Andita
#iklim #energi #Pertanian #prediksi #bmkg