Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Listrik PLN Menyala, 600 Huntara Korban Bencana Aceh Tamiang Siap Dihuni Januari 2026

Marthadi • Jumat, 2 Januari 2026 | 14:19 WIB

Para petugas PLN memasang kWh meter di masing-masing unit Rumah Hunian Danantara (Huntara) Aceh Tamiang. Saat ini, seluruh hunian yang telah terbangun sudah tersambung listrik.
Para petugas PLN memasang kWh meter di masing-masing unit Rumah Hunian Danantara (Huntara) Aceh Tamiang. Saat ini, seluruh hunian yang telah terbangun sudah tersambung listrik.
LombokPost – Harapan baru bagi ratusan keluarga korban banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang kian nyata.

PT PLN (Persero) memastikan seluruh jaringan listrik di kawasan Rumah Hunian Danantara (Huntara) telah siap dan menyala, seiring percepatan pembangunan 600 unit hunian darurat yang akan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026.

Kesiapan listrik ini menjadi bagian penting dari percepatan pemulihan pascabencana yang dilakukan Pemerintah bersama Danantara Indonesia, kementerian terkait, BUMN, dan pemerintah daerah.

Kehadiran listrik yang andal di Huntara diharapkan memungkinkan masyarakat segera menempati hunian dengan aman dan nyaman.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi progres pembangunan Huntara Aceh Tamiang yang dinilai berlangsung cepat berkat sinergi lintas sektor.

“Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian. Semua pihak telah bekerja dengan gemilang dan cepat,” ujar Presiden Prabowo.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pembangunan Huntara Aceh Tamiang merupakan bagian dari target nasional 15.000 unit hunian darurat di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Sejak awal target pembangunan di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas. Hingga 1 Januari 2026, progresnya menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak, meski bekerja di lapangan dengan tantangan yang tidak mudah,” jelas Rosan.

Menurut Rosan, Huntara bukan hanya solusi sementara, melainkan jembatan penting menuju hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.

“Huntara ini menjadi bagian dari proses pemulihan yang lebih besar. Karena itu, kualitas dan keberlanjutan menjadi perhatian utama,” tambahnya.

Selain konstruksi bangunan, penyediaan kebutuhan dasar seperti listrik, air bersih, sanitasi, dan layanan kesehatan juga menjadi prioritas utama dalam pembangunan Huntara.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan komitmen PLN untuk memastikan seluruh unit Huntara mendapatkan pasokan listrik yang aman dan andal.

Baca Juga: DPRD Dorong Perbaikan Infrastruktur Pelabuhan Bangsal untuk Keselamatan Wisatawan dan Citra Pariwisata NTB

“Setiap unit hunian yang telah selesai dibangun kami pastikan listriknya sudah tersedia dan dapat langsung menyala, sehingga masyarakat bisa segera menempatinya dengan aman dan nyaman,” kata Darmawan.

Saat ini, PLN telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur kelistrikan di kawasan Huntara Aceh Tamiang, mulai dari trafo, jaringan distribusi, hingga pemasangan kWh meter di seluruh unit hunian dan fasilitas umum.

Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria bersama Darmawan Prasodjo turun langsung ke lokasi untuk mengawal progres pembangunan Huntara dan kesiapan kelistrikannya.

Darmawan menegaskan, listrik bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan dasar untuk memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana.

“Kami ingin masyarakat bisa segera kembali hidup layak. Anak-anak dapat belajar dengan nyaman, keluarga beraktivitas dengan aman, dan perlahan bangkit dari bencana. Ini adalah komitmen PLN untuk terus hadir bersama masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Marthadi
#Danantara Indonesia #hunian korban bencana alam #huntara aceh tamiang #PLN siapkan listrik Huntara #pemulihan pascabencana