Jasad korban ditemukan pada Minggu (4/1/2026), sembilan hari setelah dilaporkan hilang pada 26 Desember 2025.
Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda NTT, Kombes Pol Irwan Deffi Nasution, mengonfirmasi bahwa posisi penemuan korban tidak jauh dari lokasi tenggelamnya kapal KM Putri Sakinah.
”Berdasarkan dugaan awal, korban merupakan ayah dari korban lainnya,” ujar Irwan saat memberikan keterangan terkait proses identifikasi awal di lapangan.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menyatakan bahwa identitas jenazah telah dipastikan melalui proses verifikasi oleh pihak kepolisian dan tenaga medis di RSUD Labuan Bajo.
Korban teridentifikasi sebagai warga negara asing yang berafiliasi dengan klub Valencia.
”Dari hasil identifikasi dipastikan bahwa korban atas nama Martin Carreras Fernando, laki-laki, usia 44 tahun,” jelas Fathur, Senin (5/1/2026).
Pencarian Dua Korban Lainnya Terus Berlanjut
Menyusul ditemukannya jenazah Martin, Tim SAR kini memfokuskan operasi pencarian terhadap dua korban lainnya yang merupakan anak dari Martin.
Hingga saat ini, dari total empat anggota keluarga yang menjadi korban dalam insiden tersebut, baru dua orang yang berhasil ditemukan.
Operasi pencarian dilakukan dengan mengerahkan unit kapal cepat, teknologi sonar bawah air, serta tim penyelam profesional.
Meskipun demikian, kondisi alam di perairan Pulau Padar menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi dan penyisiran.
”Tim berupaya maksimal dalam proses pencarian,” papar Fathur menanggapi tantangan berupa arus laut yang sangat kuat di titik pencarian.
Sebagai informasi, insiden maut ini terjadi saat KM Putri Sakinah yang ditumpangi keluarga Martin mengalami kecelakaan di tengah cuaca ekstrem pada akhir Desember lalu.
Otoritas setempat masih terus menyelidiki penyebab pasti tenggelamnya kapal tersebut sembari memprioritaskan penyelesaian operasi kemanusiaan bagi para korban yang masih hilang.
Editor : Redaksi Lombok Post