Polisi Gerebek Markas Scammer Jaringan Internasional di Sleman, Layani Pengguna Aplikasi Kencan, Puluhan Orang Diamankan

Lombok Post Online • Dipublikasikan Rabu, 7 Januari 2026 | 15:23 WIB
DIGEREBEK: Ruko di Jalan Gito Gati, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, diduga menjadi markas scammer jaringan internasional.
DIGEREBEK: Ruko di Jalan Gito Gati, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, diduga menjadi markas scammer jaringan internasional.

LombokPost - Polresta Yogyakarta menggerebek sebuah ruko di Jalan Gito Gati, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Senin (5/1).

Ruko dua lantai itu diduga menjadi markas scammer jaringan internasional. Puluhan orang diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta Iptu Gandung Harjunadi mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Karena itu, dia belum membeberkan secara rinci perihal hasil penggerebekan. Namun, Gandung memastikan, puluhan orang telah diamankan.

“Perlu waktu untuk mendalami peran masing-masing. Orang Indonesia semua,” ujar Gandung kepada Radar Jogja Grup Jawa Pos, Selasa (6/1).

Video penggerebekan itu sempat viral di media sosial. Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 15.22. Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian mengatakan bahwa jajarannya kini sedang menyelidiki kasus tersebut. “Masih proses pendalaman, secepatnya kami update prosesnya,”  bebernya. 

Berdasarkan pantauan di lokasi Selasa (6/1), tidak ada aktivitas apapun di ruko itu. Seluruh pintu dan jendela ditutup. Hanya ada gambar logo berwarna merah, bertuliskan ALTAIR TS. Ada juga slogannya yang berbunyi : experience next, level efficiency and innovation with our BPO solution.

Dalam akun Instagram @altairts, disebutkan bahwa ALTAIR TS adalah perusahaan business process outsourcing (BPO).

Perusahaan ini juga sempat mengunggah informasi lowongan kerja sebagai karyawan bagian admin.

Tugasnya membalas pesan dengan bahasa Inggris. Pesan-pesan itu disebut datang dari pelanggan asal Inggris, Eropa, Australia, Amerika Serikat, dan Kanada.

Tugas lainnya adalah membalas pesan dari aplikasi kencan. Misalnya, Tinder, Bumble, dan Bado. Tawaran gajinya Rp 3 juta hingga Rp 6 juta.

Seorang warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan, ruko itu buka 24 jam penuh. Para karyawan banyak yang datang menggunakan motor.

Baca Juga: Berkas Kasus Masker Ditargetkan Polresta Mataram Rampung Desember

"Warga sini hanya tahu kalau kantor itu memiliki usaha customer service, kayak admin kantoran," terangnya, Selasa (6/1).

Dia mengaku tidak mengetahui persis kerja yang dilakukan. Hanya berdasarkan pengamatan, banyak anak muda laki-laki dan perempuan yang bekerja.

Mereka menggunakan baju biasa, tidak berseragam.

Sementara itu, Ketua RW 33 Wahyu Agung Purnomo mengaku diajak polisi untuk menjadi saksi saat penggerebekan.

Menurut dia, polisi menyita sejumlah barang di setiap ruang hingga lantai dua. Khususnya laptop dan telepon genggam.

"Rumah itu milik warga sini dan dikontrakkan. Usahanya itu baru sekitar setahun lalu," katanya.

Dia menyebut, usaha itu beroperasi selama tiga sif. Karena itu, jumlah karyawan mencapai puluhan orang. 

Dia mengatakan, warga jarang berinteraksi dengan pegawai kantor itu.

Bahkan, ada sebagian warga yang mengeluh karena kendaraan para pegawai sering parkir mepet dengan badan jalan.

"Setiap hari pintu kantor hanya dibuka sedikit," katanya. (inu/del/oni/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
Sumber : Lombok Post
Penggerebekan scammer yogyakarta polresta customer service