Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kesaksian Sejumlah Korban Keracunan Menu Soto Ayam MBG di Mojokerto, Cuma Cicipi Separo Telur, Bocah 4,5 Tahun Harus Opname

Lombok Post Online • Kamis, 15 Januari 2026 | 09:32 WIB

 

PERAWATAN INTENSIF: Suasana ruang rawat inap yang menangani pasien terdampak MBG di RSUD Prof. Dr. Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Selasa (13/1).
PERAWATAN INTENSIF: Suasana ruang rawat inap yang menangani pasien terdampak MBG di RSUD Prof. Dr. Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Selasa (13/1).
 

LombokPost - Malam setelah siangnya menyantap menu soto ayam Makan Bergizi Gratis (MBG), para korban rata-rata mengalami reaksi berupa demam, muntah-muntah, lalu diare.

Karena trauma, ke depan ada orang tua korban yang lebih memilih untuk memberi anaknya bekal.

SELANG infus masih melekat di tangan kanan Azril Habib Kamal. Tubuh siswa kelas VI SDIT Firdaus, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, itu masih tergulai lemas di atas ranjang perawatan.

“Sekarang badan masih panas,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto lirih, Selasa (13/1) lalu.

Didampingi kedua orang tuanya, Azril menjalani rawat inap di RSUD Prof. dr. Soekandar, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, sejak Minggu (11/1), hari ketika siswa berusia 12 tahun itu mengalami diare akut. “Dua hari ini (masih) diare terus,” timpal Khusnul, ibunda Azril.

Menurutnya, Azril mengalami gejala gangguan kesehatan tak lama setelah mengonsumsi menu MBG berupa soto ayam di sekolah pada Jumat (9/1) pekan lalu. Menu itu dilahap habis Azril karena soto ayam memang kesukaannya.

Malam harinya, tutur Khusnul, putra bungsunya itu langsung demam tinggi disertai sakit perut. “Kemudian Sabtu (10/1) pagi, mual, muntah, dan menggigil kedinginan,” papar ibu dua anak itu.

Awalnya, Khusnul tak merasa curiga dengan kondisi anaknya.

Namun, setelah mendengar beberapa teman sekolah Azril mengalami gejala serupa akibat dugaan keracunan MBG, dia langsung memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit.

“Sekarang sudah mulai membaik, cuma karena badannya masih agak panas, jadi masih diobservasi oleh dokter,” kata warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, itu.

Balita Turut Jadi Korban

Total korban keracunan akibat menu soto ayam itu menembus ratusan. Tak hanya siswa, tapi juga menimpa anggota keluarga dari peserta didik.

Salah satunya Ahmad Faris, balita asal Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, yang juga harus menjalani opname akibat gejala diare. Julaikah, sang ibu, menuturkan, anaknya mengalami gangguan pencernaan gegara ikut melahap menu MBG yang dibawa pulang oleh kakaknya yang duduk di kelas VII SMPN 2 Kutorejo pada Jumat pekan lalu.

Sang kakak tak ikut menyantap menu tersebut di rumah. Faris pun hanya mencicipi telur ayamnya saja. “Itu pun cuma separo,” paparnya.

Malamnya, bocah yang masih berusia 4,5 tahun itu mulai rewel dan susah tidur. Sabtu paginya, balita tersebut muntah-muntah. “Muntah sambil menggigil dan badannya panas nggak turun-turun,” papar Julaikah.

Dia lantas memeriksakan buah hatinya tersebut ke bidan Desa Singowangi. Namun, kondisinya tak kunjung membaik. Hingga pada Minggu (11/1), putranya tersebut justru mengalami diare. Mulai dari subuh sampai pukul 10.00 pagi saja, sudah lebih dari sepuluh kali buang air besar.

Julaikah sempat membawa anak bungsunya ke posko kesehatan di kompleks Pondok Pesantren Mahad An Nur, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo. Namun, di hari itu juga balita tersebut dirujuk ke RSUD Prof. dr. Soekandar.

Alhamdulillah, sekarang sudah mulai bisa makan dan BAB-nya sudah tidak sering lagi,” imbuhnya.

Selain dampak ke fisik, keracunan massal itu juga berefek kepada kondisi psikologis. Orang tua peserta didik mengaku trauma terhadap program MBG.

“Saya jujur saja ada trauma, kalau bisa untuk (menu MBG) anak-anak harus lebih diperhatikan lagi,” tutur Kiki Fatmalasari, wali murid siswi SMPTI Alhidayah, Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo.

Anaknya, Putri Candra Kirana, turut menjadi salah satu korban terdampak MBG yang disuplai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03. Siswi kelas VII ini dirawat di Puskesmas Kutorejo, juga setelah mengonsumsi soto ayam di sekolah Jumat (9/1). Ke depan, Kiki berencana akan kembali membawakan bekal kepada putrinya untuk dibawa ke sekolah.

“Saya bekali saja, nanti kalau dapat MBG biar dibawa pulang,” katanya. (RIZAL AMRULLOH, Kabupaten Mojokerto/ris/ttg/JPG/r3)

Editor : Jelo Sangaji
#diare #Makan Bergizi Gratis #Mbg #keracunan #menu