Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Target Rampung Sebelum Ramadan! Mendagri Tito Karnavian "Senggol" Para Menteri Percepat Pemulihan Aceh, Sumut, dan Sumbar!

Nurul Hidayati • Senin, 19 Januari 2026 | 11:02 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.

LombokPost - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, bergerak cepat memimpin koordinasi lintas kementerian.

Dalam rapat koordinasi di Jakarta, Tito menekankan bahwa pemulihan ekonomi dan infrastruktur di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tidak bisa ditunda lagi.

​Tito meminta seluruh jajaran Kabinet Merah Putih untuk berkolaborasi menghidupkan kembali denyut nadi kehidupan masyarakat terdampak, mulai dari pasar hingga sektor pendidikan.

​Target Utama: Masyarakat Kembali ke Rumah Sebelum Ramadan

Pemerintah menargetkan warga Sumatera Barat dan Sumatera Utara sudah bisa meninggalkan pengungsian sebelum bulan suci Ramadan 2026.

Strategi yang disiapkan dalam penanganan pascabencana.

Bantuan Rumah Rusak: Mempercepat bantuan untuk kategori rusak ringan dan sedang agar warga bisa segera pulang.

Hunian Sementara (Huntara): Menyiapkan tempat bagi warga dengan kategori rumah rusak berat.

​Dana Tunggu Hunian (DTH): Memastikan warga dapat menyewa tempat tinggal sementara selama proses rekonstruksi berjalan.

Aceh Jadi Fokus Terberat: Target 15.000 Pasukan Pembersih Lumpur

Berbeda dengan Sumbar dan Sumut, penanganan di Aceh dinilai lebih kompleks karena banyaknya pemukiman yang masih tertimbun lumpur tebal.

Normalisasi Sungai: Fokus utama adalah pembersihan lumpur dan pengerukan muara sungai agar aliran air kembali normal.

Mobilisasi Massa: Mendagri mengusulkan pengerahan 15.000 personel tambahan dari TNI-Polri hingga sekolah kedinasan untuk kerja bakti masif.

Apresiasi NGO: Mendagri memuji langkah diam-diam namun efektif dari lembaga seperti Dompet Dhuafa, PMI, NU, Muhammadiyah, hingga Yayasan Buddha Tzu Chi di pelosok Aceh.

Kolaborasi Menteri di Sektor Ekonomi & Sosial
Mendagri secara khusus meminta bantuan dari Menteri Perdagangan, UMKM, dan Pertanian untuk memastikan "warung-warung" dan pasar rakyat kembali beroperasi. Sementara itu, Menteri Sosial diharapkan menambah alokasi anggaran non-bencana melalui PKH untuk membantu perabotan rumah tangga warga.

​“Kalau lumpur sudah dibersihkan dan sungainya sudah dikerok, itu akan jauh lebih mudah lagi menanganinya. Saya yakin dengan tambahan pasukan, dua minggu selesai,” tegas Tito Karnavian.

Rapat strategis selama empat jam ini dihadiri oleh para menteri koordinator (Menko) mulai dari Menko PMK Pratikno, Menko Infrastruktur AHY, hingga tiga gubernur wilayah terdampak: Muzakir Manaf (Aceh), Bobby Nasution (Sumut), dan Mahyeldi Ansharullah (Sumbar).

Editor : Kimda Farida
#ramadan #pemulihan #mendagri #tito karnavian #Bencana alam