LombokPost - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah dalam mengawal transisi besar menuju Visi Indonesia Emas 2045.
Dalam Rapat Kerja Nasional Kejaksaan Agung secara daring, Menkeu memaparkan bahwa agenda Asta Cita menuntut pertumbuhan ekonomi yang tinggi namun tetap mengedepankan pemerataan manfaat bagi seluruh rakyat.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan satu jalur, melainkan mengaktifkan tiga "mesin pertumbuhan" yang bergerak selaras.
1. Mesin Fiskal: Belanja Tanpa Kebocoran
Pemerintah mengarahkan APBN 2026 untuk bersifat ekspansif namun terukur. Fokus utamanya adalah memastikan setiap rupiah belanja negara keluar tepat waktu dan tepat sasaran. Menkeu menekankan pentingnya pengawasan agar anggaran negara bersih dari kebocoran sehingga dampak produktivitasnya langsung dirasakan masyarakat.
2. Mesin Sektor Keuangan: Harmoni dengan Bank Sentral
Menkeu memastikan koordinasi dengan Bank Indonesia (Bank Sentral) kini berada di level tertinggi. Sinkronisasi kebijakan moneter dan fiskal sangat krusial agar likuiditas pasar terjaga, suku bunga tetap kompetitif, dan stabilitas makro ekonomi mendukung ekspansi dunia usaha.
3. Mesin Investasi: Sidang Rutin Tiap Pekan
Salah satu gebrakan signifikan adalah pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis. Satgas ini bertugas melakukan debottlenecking (penyelesaian sumbatan) investasi secara agresif.
Sidang Mingguan: Pemerintah menggelar sidang rutin setiap pekan untuk membedah dan menyelesaikan hambatan yang dihadapi pelaku usaha.
Target: Menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memberikan kepastian hukum bagi investor domestik maupun asing.
“Saya pikir nanti kalau tiga sistem itu—sistem fiskal, moneter, dan investasi—sudah jalan baik, kita bisa tumbuh lebih cepat,” tegas Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
APBN 2026: Fokus pada 8 Agenda Prioritas
Menutup paparannya, Menkeu menjelaskan bahwa APBN tahun ini dirancang untuk memperkuat fondasi jangka panjang. Belanja negara difokuskan pada delapan agenda prioritas nasional yang selaras dengan visi Presiden, bertujuan meningkatkan produktivitas nasional dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
"Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, ini adalah agenda besar lintas generasi yang pondasinya kita bangun kuat hari ini," pungkasnya.
Editor : Jelo Sangaji