Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tim SAR Temukan Enam Potongan Tubuh, Proses Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500 Dilakukan di RS Bhayangkara Makassar

Lombok Post Online • Jumat, 23 Januari 2026 | 10:28 WIB
EVAKUASI: Tim SAR membawa jenazah korban jatuhnya Pesawat ATR 42-500.
EVAKUASI: Tim SAR membawa jenazah korban jatuhnya Pesawat ATR 42-500.

LombokPost - Tim SAR gabungan menemukan enam potongan tubuh atau body part pada pencarian hari keenam korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan Kamis (22/1).

Sejak hari pertama pencarian, total petugas telah menemukan sembilan pack bagian tubuh. 

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, hingga kini, total body part yang ditemukan tim berjumlah sembilan pack. Sebelumnya, petugas telah menemukan dua jenazah utuh serta body part.

”Selama proses operasi, kami telah menemukan body part. Baik itu bagian pesawat maupun bagian dari anggota tubuh,” jelasnya di Kantor Basarnas Makassar Kamis (22/1).

Potongan tubuh yang ditemukan itu, kata dia, dalam proses evakuasi. Selanjutnya, bagian tubuh itu akan dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi.

Syafii belum bisa memastikan temuan itu merupakan bagian tubuh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Sebab, tim DVI Polda Sulsel yang berwenang memastikannya.

”Karena tujuan utama operasi ini adalah pencarian dan penyelamatan korban,” katanya.

Sebelumnya, tim menemukan enam jenazah di lereng Gunung Bulusaraung, tak jauh dari lokasi penemuan korban pertama.

Sementara, dua jenazah yang ditemukan di awal pencarian adalah Pramugari Florencia Lolita Wibisono dan Staf Kementerian Kelautan dan Perikanan Deden Maulana. 

Penemuan Bertahap

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku Sar Mission Coordinator (SMC) Muhammad Arif Anwar menjelaskan, tim menemukan korban secara bertahap. Pada hari kedua pencarian, petugas mendapati satu korban utuh. Jenazah utuh kembali ditemukan pada hari ketiga.

Hari kelima, tim menemukan satu potongan tubuh. Selanjutnya, di hari keenam enam body part. ”Untuk visualisasi dan identifikasi, itu nanti tim DVI yang menentukan,” jelasnya.

Operasi SAR, kata Arif, akan ditutup bila satu korban terakhir ditemukan. Pencarian bisa kembali dihelat bila tim mendapatkan laporan dari masyarakat. ”Kalau ada penemuan korban oleh masyarat atau dari mana, maka ami akan buka operasi SAR lagi. Bukan untuk pencarian, namun untuk evakuasi korban,” ujarnya.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 tujuan Jogjakarta-Makassar mengalami hilang kontak di wilayah Maros pada Sabtu (17/1). Berselang sehari, pesawat dikabarkan jatuh di Gunung Bulusaraung, pebatasan Maros dan Pangkep.  

Total ada 10 orang yang berada di pesawat itu. Perinciannya, tujuh kru penerbangan dan tiga penumpang. (rin/aph/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#polda #korban #basarnas #jenazah #pesawat