Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gempa Darat Pacitan Rusak Sekolah, Rumah, dan Kantor ada Tiga Orang di Trenggalek Luka Tertimpa Genting

Lombok Post Online • Rabu, 28 Januari 2026 | 12:36 WIB
TERUS DIDATA: Petugas BPBD Trenggalek mengecek bangunan sekolah di wilayah Kecamatan Panggul, Trenggalek yang rusak akibat gempa Selasa (27/1).
TERUS DIDATA: Petugas BPBD Trenggalek mengecek bangunan sekolah di wilayah Kecamatan Panggul, Trenggalek yang rusak akibat gempa Selasa (27/1).

LombokPost - Gempa Pacitan dan Bantul dirasakan beberapa kota di Pulau Jawa hingga Bali dan NTB. BMKG menyebut, gempa itu dipicu deformasi batuan dalam lempeng serta aktivitas Sesar Opak.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa di Pacitan berkekuatan magnitudo 5,7 terjadi Selasa (27/1) pagi pukul 08.20.

Episenter gempa berada di darat 24 km arah Tenggara Pacitan dan pada kedalaman 122 km.

”Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, itu merupakan gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng,” paparnya.

Dari hasil analisis mekanisme sumber, kata Daryono, gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

”Gempa dirasakan di daerah Pacitan, Karangkates, Tulungagung dengan skala intensitas III-IV MMI atau bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah,” paparnya.

Untuk daerah Malang, Nganjuk, Ponorogo, Blitar dengan skala intensitas III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah.

Getaran seolah akibat truk yang melintas. Bahkan, gempa terasa sampai Madiun, Denpasar, Kuta, Karangasem, Jember, Mojokerto dengan skala intensitas II-III MMI. Sementara, daerah Jogjakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Purworejo, Semarang, Pasuruan, dan Mataram, gempa dirasakan beberapa orang atau skala intensitas II.

”Hasil pemodelan menunjukkan gempa tidak berpotensi tsunami,” ucap Daryono.

Dampak Gempa

Tiga orang mengalami luka ringan setelah tertimpa genting Kantor Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, akibat guncangan gempa.

Di berbagai kawasan yang terdampak gempa yang berpusat di Pacitan Selasa (27/1) tersebut, tercatat kerusakan pada rumah, sekolah, dan kantor.

“Korban luka ringan ada tiga orang, masing-masing atas nama Sukamdi, Bintang, dan Reza. Mereka langsung mendapat perawatan di lokasi,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek St. Triadi Atmono kepada Radar Trenggalek Grup Jawa Pos.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko menyampaikan, episentrum gempa berada di Desa Nogosari, Kecamatan Ngadirojo, dengan kedalaman 105–122 kilometer di bawah permukaan bumi.

“Kami sempat mengkhawatirkan, tetapi setelah koordinasi dengan BMKG Nganjuk, dipastikan gempa tidak berkaitan dengan Sesar Grindulu,” ungkapnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan Radite Suryo Anggono mengatakan, pihaknya mencatat beberapa rumah terdampak akibat gempa tersebut, di antaranya di Kecamatan Arjosari.

“Rumah warga di Kecamatan Arjosari mengalami kerusakan ringan,” katanya.

Atap Sekolah Amblas

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Trenggalek dari BPBD Trenggalek, di Kecamatan Panggul, dua sekolah dasar dilaporkan mengalami dampak paling signifikan akibat guncangan tersebut.

“Hasil laporan sementara dari tim di lapangan, terdapat kerusakan pada bangunan SDN 3 Manggis dan SDN 1 Terbis,” ujar St. Triadi Atmono.

Hingga laporan ini selesai ditulis pukul 18.00, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa gempa tersebut di Trenggalek. Juga di kawasan terdampak lain. (jaz/c1/din/hyo/den/by/oso/ttg/JPG/r3)

Editor : Kimda Farida
#pacitan #kerusakan #bmkg #Gempa #BPBD