Di bawah komando Menteri Sosial Saifullah Yusuf, anggaran sebesar Rp 1,8 triliun mulai dikucurkan melalui jaringan Bank Himbara.
Namun, ada yang berbeda pada pencairan awal tahun ini. Pemerintah menerapkan skema prioritas khusus untuk tiga provinsi di wilayah Sumatera.
Sementara bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah lain, proses validasi rekening tengah berlangsung secara intensif di sistem SIKS-NG.
Langkah taktis diambil Kemensos untuk mempercepat ketahanan ekonomi di wilayah yang sedang dalam masa pemulihan pascabencana.
Tiga provinsi yang dipastikan menerima saldo bantuan lebih awal adalah Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat.
Khusus bagi KPM di wilayah terdampak bencana di tiga provinsi tersebut, pemerintah juga menyalurkan bantuan tambahan berupa santunan ahli waris hingga Rp 15 juta dan Jaminan Hidup (Jadup) sebesar Rp 450.000 per jiwa selama tiga bulan.
Bagi Anda yang berada di luar wilayah prioritas, jangan berkecil hati. Pantauan terbaru pada sistem SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) menunjukkan bahwa status bantuan saat ini sudah berada di fase "Cek Rekening".
Ini merupakan tahap validasi akhir sebelum diterbitkannya Surat Perintah Membayar (SPM) dan Standing Instruction (SI).
Jika proses administratif ini berjalan mulus, pencairan secara nasional diprediksi akan mengalir bertahap mulai pertengahan Februari hingga Maret 2026.
Guna menghindari antrean panjang dan biaya transportasi yang sia-sia, pemerintah mengimbau KPM untuk mengecek saldo secara mandiri melalui ponsel. Berikut caranya:
1. Aplikasi Mobile Banking: Gunakan BRImo (BRI), Livin’ (Mandiri), atau BNI Mobile Banking. Ini adalah cara tercepat untuk memantau saldo masuk secara real-time.
2. Situs Resmi Kemensos: Akses laman cekbansos.kemensos.go.id, masukkan data KTP sesuai domisili untuk melihat status proses perbankan Anda.
3. Melalui Pendamping Sosial: Anda bisa menghubungi pendamping PKH setempat yang memiliki akses langsung ke sistem pemantauan pusat.
Menteri Sosial menegaskan bahwa seluruh proses pencairan bansos ini 100% Gratis. KPM diminta untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan:
1. Dilarang memberikan kode PIN kartu KKS kepada siapa pun.
2. Jangan percaya pada pihak yang menjanjikan pencairan lebih cepat dengan imbalan uang.
3. Abaikan tautan (link) tidak resmi di WhatsApp atau media sosial yang meminta data pribadi Anda.
Gunakan dana bantuan dengan bijak untuk memenuhi kebutuhan pokok pangan (sembako) serta biaya pendidikan anak demi masa depan yang lebih baik.
Editor : Kimda Farida