Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ramadan 2026 Tenang! Mentan Amran Jamin Stok Beras Surplus 14 Juta Ton, Harga Pangan Stabil!

Nurul Hidayati • Rabu, 4 Februari 2026 | 16:35 WIB
TAK IMPOR LAGI: Para pekerja mengangkat karung-karung beras di gudang Bulog di Lambaro, Provinsi Aceh, Senin (29/12). Sejak 2025, Bulog tidak mengimpor beras lagi.
TAK IMPOR LAGI: Para pekerja mengangkat karung-karung beras di gudang Bulog di Lambaro, Provinsi Aceh, Senin (29/12). Sejak 2025, Bulog tidak mengimpor beras lagi.

LombokPost - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan jaminan ketenangan bagi seluruh masyarakat Indonesia menjelang bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dan Hari Raya Idul Fitri 2026.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI pada Selasa (3/2/2026), Mentan menegaskan bahwa pasokan pangan strategis nasional berada dalam kondisi cukup, aman, dan terkendali.

Neraca Beras Melimpah: Surplus 14,48 Juta Ton

Fokus utama perhatian publik, yakni komoditas beras, menunjukkan angka yang sangat menggembirakan.

Mentan memaparkan bahwa Indonesia memasuki periode Ramadan dengan modal stok yang sangat kuat.

"Stok awal kita sekitar 11,61 juta ton, ditambah proyeksi produksi 7,98 juta ton. Dengan kebutuhan masyarakat sebesar 5,12 juta ton, neraca beras kita mencatat surplus hingga 14,48 juta ton. Ini sangat memadai untuk menjaga stabilitas harga hingga Lebaran," jelas Mentan Amran.

Kemandirian Pangan Dalam Negeri

Mentan merinci bahwa sebagian besar komoditas utama akan dipenuhi sepenuhnya oleh keringat petani lokal, di antaranya.

Produksi Lokal Penuh: Beras, jagung, bawang merah, cabai merah, daging ayam, telur ayam, dan minyak goreng.

Kombinasi & Penguatan: Kedelai, bawang putih, daging sapi, dan gula konsumsi tetap dijaga stabilitasnya melalui kombinasi produksi dalam negeri dan impor terukur.

Hilirisasi Perunggasan & Dukungan UMKM

Tak hanya bicara stok, pemerintah juga tancap gas di sektor hilirisasi. Melalui pendanaan Danantara, Kementan tengah membangun 30 unit industri ayam guna memperkuat struktur pasar perunggasan nasional. Selain itu, dukungan APBN dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus digelontorkan untuk memperkuat posisi tawar peternak dan pelaku UMKM pangan.

Strategi Pengamanan Harga

Guna mengantisipasi lonjakan harga mendadak, Kementan telah menyiapkan Early Warning System melalui monitoring harga harian. Langkah konkret lainnya.

Distribusi Wilayah: Memindahkan pasokan dari daerah surplus ke daerah defisit.

Operasi Pasar: Pelaksanaan pasar murah secara masif di titik-titik rawan.

Pengawasan Ketat: Berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk mencegah penimbunan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami optimis stabilitas harga terjaga. Langkah ini bukan hanya melindungi konsumen, tapi juga tetap memberikan perlindungan harga yang layak bagi petani dan peternak kita,” tutup Mentan Amran dengan tegas.

Editor : Pujo Nugroho
#UMKM #publik #swasembada pangan #Beras #Mentan