Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bonus Demografi atau Beban? Komisi X DPR RI Soroti 20 Persen Pemuda Jatim Terjebak 'Status Pengangguran' NEET!

Nurul Hidayati • Jumat, 6 Februari 2026 | 15:19 WIB
Komisi X DPR RI : Pemberdayaan Pemuda, Kunci Pembangunan Nasional (Tangkapan Layar Youtube TVR Parlemen)
Komisi X DPR RI : Pemberdayaan Pemuda, Kunci Pembangunan Nasional (Tangkapan Layar Youtube TVR Parlemen)

LombokPost - Indonesia kini berada di persimpangan jalan dalam mengelola surplus demografi.

Jika tak dikelola dengan kebijakan yang berkelanjutan, alih-alih menjadi mesin pertumbuhan, ledakan jumlah pemuda justru bisa menjadi beban sosial yang berat.

Hal ini menjadi sorotan tajam dalam agenda strategis pembangunan nasional oleh Komisi X DPR RI.

 Baca Juga: Sari Yuliati, Legislator Perempuan Pertama Dapil NTB yang Menjabat Wakil Ketua DPR RI

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, menegaskan bahwa ada dua "dosa besar" yang paling sering disuarakan anak muda saat ini: sulitnya akses pendidikan tinggi dan minimnya ketersediaan lapangan pekerjaan.

Cukup Beri Pendidikan dan Pekerjaan Politikus F-PKS ini menyebut bahwa kunci pemberdayaan pemuda sebenarnya cukup sederhana namun fundamental.

"Anak-anak muda ini aspirasinya cuma dua hal: isu pendidikan dan isu lapangan pekerjaan. Jumlah pemuda kita semakin bertambah dibandingkan lansia, ini kewajiban bagi kami untuk lebih perhatian pada sektor kepemudaan," ujar Kurniasih.

 Baca Juga: Putri NTB Duduki Kursi Elite Parlemen: Sari Yuliati Naik Jadi Wakil Ketua DPR RI

Banyaknya masukan terkait bantuan beasiswa dan akses permodalan usaha menunjukkan bahwa gairah anak muda untuk maju sangat besar, namun mereka kerap terbentur dinding birokrasi dan keterbatasan dana.

Alarm Merah Angka NEET di Jawa Timur Kondisi lebih spesifik dipaparkan oleh Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti.

Ia menyoroti fenomena NEET (Not in Employment, Education, or Training) yang masih menghantui wilayah Jawa Timur. Istilah ini merujuk pada anak muda yang sedang tidak menempuh pendidikan, tidak bekerja, dan tidak pula mengikuti pelatihan keterampilan.

"Di Jawa Timur, angka NEET berada di kisaran 20,13 persen. Memang masih di bawah angka nasional yang mencapai 22 persen, tapi ini tetap alarm. Masih banyak anak muda kita yang 'nganggur' total tanpa ada peningkatan skill," ungkap Reni.

Target Generasi Berdaya Saing Komisi X DPR RI menilai bahwa pemberdayaan kepemudaan harus dirancang secara berkelanjutan dan beririsan langsung dengan kualitas SDM serta produktivitas ekonomi.

Tanpa intervensi serius pada angka NEET, produktivitas nasional dipertaruhkan.

Kurniasih menambahkan, peningkatan anggaran beasiswa dan penciptaan ekosistem kewirausahaan menjadi langkah mutlak yang harus diambil pemerintah.

Tujuannya satu: melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tapi juga tangguh bersaing di pasar kerja global yang kian kompetitif.

Editor : Kimda Farida
#pelatihan #jawa timur #NEET #dpr ri #demografi