Berdasarkan pantauan langsung dan laporan lapangan pada Minggu (8/2), banyak merasakan "angin segar" ini melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari berbagai bank penyalur.
Mengutip informasi dari kanal YouTube Pendamping Sosial, struk bukti pencairan mulai ramai beredar di media sosial.
Nominal yang dicairkan cukup beragam, mulai dari ratusan ribu hingga mencapai angka jutaan rupiah, tergantung dari komponen yang dimiliki oleh setiap KPM.
Baca Juga: 5 Film Horor Indonesia Terbaru Ini Tayang di Bulan Februari 2026
Untuk diketahui, nominal PKH ditentukan berdasarkan komponen dalam satu keluarga, yang meliputi Ibu hamil dan balita, Anak sekolah (SD, SMP, SMA), Lansia dan penyandang disabilitas berat, dan Korban pelanggaran HAM berat.
Sementara itu, untuk bansos BPNT (Sembako), KPM terpantau mencairkan dana senilai Rp 600.000.
Hal ini dikarenakan penyaluran dilakukan untuk tiga bulan sekaligus (Januari-Maret) dengan besaran Rp 200.000 per bulan.
Seiring dengan mulai cairnya bantuan di wilayah barat Indonesia, KPM di wilayah lain, termasuk di Nusa Tenggara Barat yang menggunakan Bank BRI, BNI, dan Mandiri, diimbau untuk mulai rutin mengecek saldo secara berkala.
Bagi Anda yang ingin memastikan bantuan sudah masuk, berikut adalah langkah teknis mengecek saldo di mesin ATM:
1. Kunjungi Mesin ATM: Datangi ATM bank penyalur sesuai kartu KKS Anda (BNI, BRI, Mandiri, atau BSI).
2. Input Kartu: Masukkan kartu KKS Merah Putih dengan posisi yang benar.
3. Masukkan PIN: Ketik nomor PIN Anda dengan hati-hati (pastikan terjaga kerahasiaannya).
4. Pilih Menu: Pilih opsi "Bahasa Indonesia" kemudian pilih menu "Cek Saldo" atau "Informasi Saldo".
Lihat Nominal: Layar akan menampilkan jumlah saldo. Jika saldo sudah bertambah, dana siap ditarik tunai.
Pihak Kementerian Sosial (Kemensos) mengingatkan bahwa proses transfer dana bansos dilakukan secara bertahap atau menggunakan sistem termin (gelombang).
Jika saat pengecekan saldo Anda masih kosong, KPM diminta untuk tidak panik dan menunggu proses sinkronisasi data perbankan selesai.
KPM juga disarankan untuk memanfaatkan aplikasi mobile banking agar lebih mudah memantau masuknya dana tanpa harus berulang kali ke mesin ATM.
Editor : Kimda Farida