LombokPost – Pembagian undangan bantuan sosial (bansos) berupa stimulus pangan 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng akan dilakukan bulan Februari 2026.
Bansos 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng rencananya akan dibagikan menjelang Ramadan untuk menjaga stabilitas pangan di tengah tren kenaikan harga pasar.
Bansos beras dan minyak goreng ini menjadi angin segar bagi warga, terutama setelah stok beras di gudang Bulog tiap daerah dilaporkan telah mencapai 90 persen.
PT Pos Indonesia bersama pemerintah desa dijadwalkan mulai mendistribusikan surat undangan pengambilan bantuan pada minggu kedua hingga ketiga Februari 2026.
Mengutip kanal Info Bansos, paket pangan ini merupakan langkah antisipatif pemerintah agar beban ekonomi keluarga tidak melonjak saat memasuki masa puasa.
Targetnya, sebelum memasuki puasa Ramadan, seluruh KPM sudah menerima paket pangan ini.
Langkah ini sejalan dengan pernyataan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam konferensi pers Paket Stimulus Ekonomi I-2026.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul tersebut merincikan bahwa Kemensos tengah menyalurkan bansos reguler PKH dan BPNT yang menyasar 18 juta KPM secara nasional.
"Anggaran yang disiapkan mencapai Rp17,5 triliun untuk bansos reguler, ditambah bantuan asistensi rehabilitasi sosial (Atensi) senilai Rp20 triliun," ungkap Gus Ipul.
Selain bantuan pangan non-tunai berupa barang, pemerintah telah menginstruksikan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk segera mencairkan saldo BPNT Tahap 1 2026.
Nilai bantuan yang akan diterima KPM mencapai Rp 600.000 (alokasi tiga bulan sekaligus). Proses transfer dana dilakukan melalui seluruh bank penyalur resmi (Himbara dan BSI).
Dengan cairnya bantuan beras, minyak goreng, serta dana BPNT secara bersamaan pada Februari ini, diharapkan ketahanan pangan masyarakat NTB dan Indonesia pada umumnya tetap terjaga hingga hari kemenangan tiba.
Editor : Pujo Nugroho