Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gebrakan Awal Tahun: Bank Indonesia Perluas Ekspansi QRIS ke Tiongkok dan Korsel, Dorong UMKM Go Global

Nurul Hidayati • Kamis, 12 Februari 2026 | 15:28 WIB
Ekspansi QRIS Antarnegara: Gebrakan Bank Indonesia di Awal 2026 Tembus Pasar Tiongkok dan Korea Selatan.
Ekspansi QRIS Antarnegara: Gebrakan Bank Indonesia di Awal 2026 Tembus Pasar Tiongkok dan Korea Selatan.

LombokPost – Kabar gembira bagi para pelancong dan pelaku usaha di tanah air. Bank Indonesia (BI) resmi memperluas jangkauan sistem pembayaran digitalnya.

Melalui hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, BI mengumumkan persiapan implementasi QRIS Antarnegara dengan Tiongkok dan Korea Selatan yang dijadwalkan rampung pada Triwulan I-2026.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi penguatan akseptasi digital dan kerja sama internasional.

Dengan kerja sama ini, wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Tiongkok maupun Korea Selatan tidak perlu lagi repot menukar uang tunai atau menggunakan kartu kredit internasional untuk transaksi retail; cukup dengan melakukan pemindaian (scan) QRIS melalui aplikasi perbankan atau dompet digital Indonesia.

Dukungan Penuh bagi UMKM dan Ekonomi Domestik Selain memanjakan wisatawan, Gubernur Bank Indonesia menekankan bahwa akselerasi QRIS bertujuan untuk mendukung digitalisasi pencatatan keuangan bagi pelaku UMKM.

Sinergi ini diharapkan mampu mendorong UMKM masuk ke ekosistem ekonomi digital yang lebih luas dan profesional.

Di tengah tekanan ekonomi global akibat tarif resiprokal Amerika Serikat, ekonomi domestik terbukti tetap tangguh dengan pertumbuhan sebesar 5,39 persen (yoy) pada akhir 2025.

Penguatan konektivitas pembayaran ini dipandang sebagai langkah cerdas untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui jalur perdagangan dan investasi di sektor prioritas.

Stabilitas Tetap Terjaga Sembari memacu inovasi digital, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas moneter dengan mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen.

BI juga terus melakukan intervensi di pasar valas dan mengoptimalkan instrumen moneter pro-market lainnya untuk memastikan nilai tukar Rupiah tetap stabil di tengah ketidakpastian rantai pasok global.

Editor : Kimda Farida
#Gubernur #domestik #Bank Indonesia #Digitalisasi #QRIS