Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jajanan Terjatuh Tiga Bocah Tenggelam di Waduk, Semua Meninggal Dua di Antaranya Kakak-Adik

Lombok Post Online • Rabu, 18 Februari 2026 | 12:40 WIB
OLAH TKP: Petugas mendatangi tempat kejadian tiga bocah yang terpeleset di waduk Desa Menongo, Kecamatan Sukodadi, Lamongan.
OLAH TKP: Petugas mendatangi tempat kejadian tiga bocah yang terpeleset di waduk Desa Menongo, Kecamatan Sukodadi, Lamongan.

LombokPost - Gara-gara jajanan terjatuh ke waduk, nyawa tiga bocah perempuan di Lamongan, Jawa Timur, terenggut Selasa (17/2). Ketiganya tercebur dan tenggelam karena tak bisa berenang.

Kejadian di waduk Desa Menonggo, Kecamatan Sukodadi, itu hanya berselang sehari dari insiden serupa di Lamongan.

AF, seorang bocah perempuan 4 tahun di Desa Sugihwaras, Kecamatan Deket, ditemukan dalam keadaan tak bernyawa karena tenggelam di sungai desanya.

“Memang benar ada kejadian tersebut. Tiga anak meninggal dunia dan satu selamat,” kata Kapolsek Sukodadi Iptu M. Shokep melalui Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid kepada Radar Lamongan Grup Jawa Pos.

Dua di antara tiga korban, NR, 13; dan RZ, 9; adalah kakak-adik. Korban meninggal lainnya UK, 6. Sedangkan satu upik lainnya yang selamat AA, 11.

Keterangan yang dihimpun Radar Lamongan Grup Jawa Pos, awalnya sekitar pukul 5.00, keempat bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar tersebut berada di depan musala setempat selepas salat Subuh.

Saat ditegur seorang warga, keempatnya mengaku hendak jalan pagi.

Mereka pun sempat diingatkan agar tidak bermain di sekitar waduk karena tidak bisa berenang.

Ternyata benar, mereka bermain ke waduk. Keempatnya sempat berfoto bersama sebelum jajanan yang dipegang NR terjatuh ke waduk dan kejadian maut itu pun terjadi.

Proses Pencarian

Kesaksian AA, begitu jajanannya terjatuh ke waduk, NR berusaha mengambilnya. Namun, dia malah terjatuh.

Sang adik, RZ, spontan berusaha membantu. Namun, dia juga tercebur. Begitu pula UK yang berusaha menolong kemudian.

Ketiga bocah yang tak bisa berenang itu langsung tenggelam. AA yang ketakutan seketika berteriak meminta pertolongan.

Warga dan aparat yang kemudian berdatangan langsung melakukan pencarian di dalam waduk. Korban pertama yang ditemukan adalah kakak-beradik NR dan RZ.

Keduanya sempat dilarikan ke Puskesmas Sumberaji, Kecamatan Sukodadi. Namun, setibanya di lokasi, keduanya dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan UK ditemukan tak lama berselang dan langsung dibawa ke rumah duka karena sudah dalam kondisi meninggal dunia. “Atas kejadian ini kami mengimbau agar orang tua lebih mengawasi anak-anaknya. Anak kecil tidak diperbolehkan bermain di sungai atau waduk untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Shokep.

Petunjuk Sandal Jepit

Sedangkan yang menimpa AF diduga karena bocah 4 tahun itu terjadi setelah dia kembali seusai menyusul sang ayah yang tengah memancing di ujung desa. Peristiwa bermula sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, korban bermain bersama dua temannya di depan rumah.

Tak berselang lama, kedua temannya pulang ke rumah masing-masing sehingga korban bermain sendirian. Karena tak ada teman bermain, korban kemudian menyusul ayahnya yang sedang memancing di ujung desa.

“Setelah bertemu ayahnya, korban berpamitan untuk pulang ke rumah lebih dulu,” kata Kapolsek Deket AKP Ahmad Khusen melalui Kasihumas Polres Lamongan Ipda M. Hamzaid.

Namun, saat sang ayah pulang, AF sudah tidak berada di rumah. Dia langsung mencari di sekitar rumah.

Pencarian mengarah ke sungai yang berjarak sekitar 30 meter di sebelah timur rumah korban. Itu setelah ditemukan sandal jepit AF mengapung.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut turut membantu melakukan pencarian dengan menyisir dan menyelam di sungai. Sampai akhirnya korban ditemukan. (mal/ttg/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post
#berenang #meninggal dunia #bocah #waduk #lamongan