LombokPost - Langit Jakarta seolah ikut merunduk saat jenazah Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, tiba di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Senin (2/3).
Upacara pemakaman militer yang sakral ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara.
Almarhum Try Sutrisno menghembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan masalah kesehatan.
Sebelum menuju peristirahatan terakhir, jenazah disemayamkan dan disalatkan di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng.
Jenazah tiba pukul 11.18 WIB dan disalatkan pada pukul 12.17 WIB dengan dihadiri Wapres ke-13 KH Ma'ruf Amin.
Upacara penyerahan jenazah kepada negara dipimpin oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dengan suasana khidmat.
Tokoh-tokoh bangsa lintas generasi tampak hadir memberikan penghormatan terakhir. Mulai dari Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jusuf Kalla, hingga Boediono. Jusuf Kalla mengenang almarhum sebagai sosok yang sangat baik dengan cita-cita besar untuk bangsa.
"Beliau adalah penjaga ideologi bangsa yang sangat teguh hingga akhir hayatnya," ujar JK.
Almarhum dimakamkan di blok khusus, berdekatan dengan pusara BJ Habibie dan Ani Yudhoyono.
Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya yaitu Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, sosok yang dikenal sebagai benteng ideologi Pancasila, kini telah beristirahat dengan tenang.
Hingga akhir hayatnya, almarhum masih aktif menjalankan amanah sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP, membuktikan dedikasinya yang tak pernah padam untuk dasar negara.
Sejumlah pejabat tinggi negara tampak hadir melayat ke rumah duka, termasuk Menko Airlangga Hartarto dan Gubernur DKI Pramono Anung.
Airlangga mengenang Try sebagai pribadi yang tenang namun penuh perhatian terhadap isu-isu kebangsaan.
"Dedikasi dan semangat beliau harus menjadi contoh bagi kita semua," ungkap Pramono Anung dengan nada haru.
Prosesi pemakaman di TMP Kalibata didatangi para negarawan yang menunjukkan betapa besarnya rasa hormat terhadap almarhum.
Dipilihnya lokasi makam di dekat pusara BJ Habibie dan Ibu Ani Yudhoyono seolah menjadi simbol berkumpulnya para pejuang bangsa di keabadian.
Selamat jalan Jenderal, jasa dan teladanmu akan selalu hidup di hati rakyat Indonesia.
Editor : Kimda Farida