LombokPost - Pemerintah Republik Indonesia resmi mengumumkan paket kebijakan ekonomi komprehensif menyambut Idulfitri 1447 H/2026 M.
Dalam pengumuman yang disampaikan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (3/3/2026), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah mengandalkan instrumen Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bonus Hari Raya (BHR) sebagai mesin utama penggerak ekonomi nasional di awal tahun ini.
Langkah strategis ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi global, sekaligus memastikan target pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun 2026 tetap terjaga.
Injeksi Likuiditas Raksasa ke Pasar
Pemerintah memproyeksikan total perputaran uang yang berasal dari sektor THR saja akan mencapai angka fantastis, yakni lebih dari Rp179 triliun. Angka ini merupakan akumulasi dari dua sektor utama:
Sektor Aparatur Negara (ASN/TNI/Polri/Pensiunan): Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp55 triliun. Angka ini tercatat naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan skema pembayaran 100 persen penuh tanpa potongan.
Sektor Swasta: Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, diperkirakan terdapat aliran dana sebesar Rp124 triliun yang akan masuk ke kantong 26,5 juta pekerja penerima upah.
"Ini diharapkan bisa mendorong konsumsi nasional secara signifikan. Dengan likuiditas sebesar ini yang masuk ke pasar, kita optimis sisi permintaan (demand side) akan melonjak tajam menjelang Lebaran," ujar Airlangga Hartarto.
Mitigasi Inflasi melalui Bantuan Pangan
Sadar bahwa tingginya perputaran uang dapat memicu kenaikan harga barang, pemerintah juga menyiapkan bantalan sosial untuk menekan inflasi pangan. Dana sebesar Rp14,09 triliun dikucurkan dalam bentuk bantuan pangan bagi 35,04 juta keluarga penerima manfaat.
Bantuan ini berupa paket 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng yang didistribusikan secara nasional. Strategi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar sehingga kenaikan konsumsi tidak dibarengi dengan lonjakan inflasi yang tidak terkendali.
Dukungan untuk Ekonomi Digital dan Transportasi
Selain sektor formal, pemerintah juga menyentuh sektor ekonomi mikro dan digital melalui penyaluran BHR bagi 850 ribu pengemudi ojek daring (ojol) senilai Rp220 miliar. Nilai ini naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya, menunjukkan komitmen pemerintah dalam meratakan stimulus ekonomi ke seluruh lapisan pekerja.
"Semua paket stimulus ini, mulai dari THR hingga diskon transportasi senilai Rp911,16 miliar, adalah satu kesatuan untuk memastikan momentum pertumbuhan ekonomi kita tetap kuat dan terjaga," tutup Airlangga.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk THR 10,5 juta ASN dan pensiunan, sementara sektor swasta diproyeksikan menyalurkan THR senilai Rp124 triliun kepada 26,5 juta pekerja.
Untuk menjaga ketahanan pangan, dana sebesar Rp14,09 triliun disiapkan bagi 35,04 juta keluarga penerima manfaat, ditambah dengan pemberian BHR senilai Rp220 miliar untuk 850 ribu mitra ojek daring.
Selain itu, pemerintah juga memberikan stimulus berupa diskon transportasi senilai Rp911,16 miliar yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat umum.
Editor : Pujo Nugroho